Hardiknas Diwarnai Corat Coret dan Konvoi

tampak puluhan pelajar sedang konvoi di Jalan Merdeka dekat Lapangan Golf. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Moment Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) serta pengumuman kelulusan pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten PALI pada Selasa (2/5/2017) diwarnai dengan konvoi kendaraan bermotor dan corat coret seragam putih abu-abu. Pantauan SN sekitar pukul 13.32 WIB kemarin (2/5/2017) di Jalan Merdeka dekat lapangan Golf Pertamina Pendopo, puluhan pelajar mengendarai roda dua tengah melintas di jalan dengan beriring-iringan.

Tidak hanya itu, para pelajar juga melakukan konvoi dengan keliling kota Pendopo yang merupakan ibukota dari Kabupaten PALI, meski hasil kelulusan belum diketahui. Akibatnya, kondisi tersebut sedikit mengganggu pengguna jalan lainnya.

“Setiap tahun pak, pelajar SMA ketika kelulusan dengan corat-coret dan konvoi. Jadi lebih hati-hati bae pas berpapasan dengan mereka (pelajar),” ungkap Syahroni, warga Pendopo kabupaten PALI.

Pada dasarnya, aksi yang dilakukan para pelajar tersebut telah dilarang oleh pihak sekolah. Irwansyah, Kepala SMA Negeri 2 Unggulan Talang Ubi mengaku sudah memberikan himbauan kepada para pelajar untuk tidak melakukan konvoi di jalan ketika pengumuman kelulusan.

Baca Juga :   OKU Raih 2 Penghargaan dari Gubernur Sumsel

“Makanya, kami (para kepala SMA/sederajat, red) di PALI telah sepakat untuk mengumumkan hasil kelulusan ketika pukul 16.00 WIB dan itupun yang disuruh datang ke sekolah adalah wali murid, bukannya siswa,” ungkap Irwansyah.

Bahkan, untuk SMAN 2 Unggulan dan SMAN 1 Talang Ubi mengumumkan hasil kelulusan lewat website resmi sekolah. “Itu dilakukan agar anak tadi tidak perlu keluar rumah. Cukup dirumah dan melihat hasil kelulusan dari gadget atau hp android masing-masing. Namun, apa boleh buat, kami tidak bisa memantau sepenuhnya para pelajar. Karena itu di luar jam sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Drs. H. Soemarjono Ketua DPRD PALI mengaku prihatin melihat kondisi para pelajar yang melakukan konvoi dan corat coret di jalan. Politisi PDIP itu menilai, aksi corat-coret merupakan budaya yang negatif, bahkan bisa berakibat buruk bagi pelajar.

Baca Juga :   Jika Perbaikan Jalan Molor, Dishub PALI Bakal Tindak Tegas MHP

“Sebenarnya aksi konvoi dan corat-coret itu bisa dicegah, dengan cara pihak sekolah memberikan ketegasan kepada orang tua. Bahkan kalau perlu ancaman. Misal, bagi yang kedapatan mengikuti konvoi ijazahnya ditahan,” tutur Soemarjono.

Untuk itu, dirinya berharap kedepan pihak sekolah dan instansi terkait bisa lebih tegas lagi. “Karena itu sangat berbahaya, dan bisa mengganggu kenyamanan pengguna jalan lainnya. Ini menjadi tugas dan perhatian kita bersama,” tutup pria yang juga pernah menjadi guru itu. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BPBD Empat Lawang Ingatkan Warga Waspada Bencana

Empat Lawang, KoranSN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Empat Lawang memberikan peringatan ke masyarakat di …