Harga Karet Anjlok, Warga PALI Beralih Bersawah Padi

Hasibuan ketika membersihkan padi di sawah. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Belum membaiknya harga getah karet di Kabupaten PALI membuat sebagian warga Bumi Serepat Serasan memilih menambah pekerjaan dengan bersawah padi untuk menopang penghasilan kebutuhan ekonomi mereka.

Seperti yang dilakukan Hasibuan, warga Desa Pengabuan Kecamatan Abab Kabupaten PALI. Dirinya saat ini tengah menanam padi di ladang-ladang miliknya juga dilahan sawah baru yang dicetak pemerintah.

“Pagi kami nyadap karet, setelah dari kebun karet kami garap ladang kami dan ditanami padi. Setiap tahun kami lakukan ini, dan hasilnya alhamdulillah bisa bantu perekonomian keluarga, apalagi di tengah harga getah karet yang masih murah,” ungkap Hasibuan.

Dirinya juga mengatakan bahwa sejak dibukanya lahan sawah baru oleh pemerintah, petani padi merasa terbantu. Karena, petani bisa memanen padinya dua kali dalam satu tahun.

“Sebelum dibuka lahan sawah baru, kami hanya bisa panen sekali dalam setahun. Tapi setelah dibuka, kami bisa tanam benih padi genjah serta pola tanam juga kami diajari pemerintah untuk menggunakan sistem Jajar Legowo (Jarwo). Dan hasilnya, kami bisa panen dua kali setahun serta produksinya juga lumayan melimpah,” jelasnya.

Baca Juga :   Nyalon Pilkada, Anggota Dewan di PAW

Hanya saja masih ada kekurangan sarana yang dipinta petani padi yang masih perlu dibantu pemerintah dalam mengatasi banjir saat musim penghujan.

“Kalau kanal sudah ada, tetapi belum mampu menampung air ketika musim hujan datang. Kami minta pemerintah memberikan solusi agar banjir tidak lagi terjadi. Sebab, sudah sering kami kebanjiran pasca menebar benih atau setelah baru tanam,” keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI, Torus Simbolon mengaku pihaknya terus berupaya memberikan solusi atas keluhan petani, agar hasilnya bisa memuaskan.

“Kalau peralatan, benih serta pupuk serta pembangunan sarana, seperti pembuatan kanal, pembuatan petak-petak sawah kita bantu dan sudah dilakukan. Namun, kendala banjir belum bisa kita pecahkan, sebab lokasi sawah di desa pengabuan merupakan daerah rawa-rawa, dan ketika musim hujan air tertampung disana. Untuk menyiasatinya, kami sarankan kepada petani agar tidak menanam saat musim hujan,” urai Torus, Kamis (13/7/2017).

Baca Juga :   Pemkab OKI Mulai Salurkan Bansos Corona Tahap 2, Penerima Diperluas

Pihaknya juga terus melakukan penyuluhan kepada petani untuk terus meningkatkan produksi padi,agar hasil petani tidak hanya untuk makan keluarganya saja,melainkan bisa memenuhi kebutuhan masyarakat PALI bahkan kedepan diharapkan PALI bisa menjadi salahsatu penghasil padi terbesar di provinsi Sumatera Selatan.

“Cita-cita itu bukan tidak mungkin dicapai. Sebab, potensi kita punya serta lahan sawah cukup luas. Apabila itu sudah tercapai, maka penghasilan sebagian warga PALI tidak hanya tergantung dari hasil karet,” pungkasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Gubernur Herman Deru Bikin OKUS Maju Pesat

OKUS, KoranSN Sejak dua tahun terakhir Bupati Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), H Popo Ali …