Hari Ini Sidang 2 Tersangka Dugaan Korupsi Lift BPKAD







Tampak Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Palembang dan Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama saat menujukkan barang bukti uang yang disita dari tersangka dugaan korupsi pengadaan lift Kantor BPKAD Kota Palembang. (foto-ferdinand/koransn.com/ist)

Palembang, KoranSN

Hari ini Senin (12/11/2018), dua tersangka dugaan korupsi pengadaan lift Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Palembang tahun anggaran 2016, yakni oknum PNS Pemkot Palembang berinisial ‘AR’ dan pihak rekanan dari salah satu perusahaan di Jakarta ‘MA’ diagendakan menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang.

Panitera Muda Pengadilan Negeri Tipikor Palembang, Cecep Sudrajat SH MH, Minggu (11/11/2018) membenarkan jika jadwal sidang dua tersangka dugaan korupsi pengadaan lift Kantor BPKAD Kota Palembang tersebut telah ditetapkan.

“Sidang kedua tersangka telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Tipikor. Adapun jadwal sidang perdana kedua tersangka yakni besok (hari ini), Senin 12 November 2018 sekitar pukul 09.00 WIB,” ungkap Cecep.

Terpisah, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang tentang penetapan jadawal sidang dua tersangka dugaan korupsi pengadaan lift Kantor BPKAD Kota Palembang.

“Surat penetapan jadwal sidang dari pengadilan dengan Nomor: 20/Pid.Sus-TPK/2018/PN.Plg telah kami terima. Dari itulah besok (hari ini) tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ akan menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Palembang,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kamis (1/11/2018) Kejari Palembang telah melimpahkan berkas perkara tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ ke Pengadilan Negeri Tipikor Klas I A Palembang. Pelimpahan berkas perkara kedua tersangka ke pengadilan dilakukan lantaran sebelumnya berkas telah dinyatakan lengkap (P21), serta juga telah dilakukan tahap dua dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang.

Baca Juga :   Dua Tukang Parkir Ditangkap Polisi

Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama mengatakan, walaupun berkas kedua tersangka telah dilimpahkan ke pengadilan dan tersangka dalam waktu dekat akan disidangkan. Namun pihaknya masih terus melakukan pendalaman penyelidikan guna menetapkan tersangka baru dari pejabat di lingkungan Pemkot Palembang.

“Bahkan dalam penetapan tersangka baru ini kami berkoordinasi dengan KPK. Jadi kedepan Insya Allah akan ada tersangka baru dari pejabat di Pemkot Palembang yang akan kami tetapkan,” tegas Andi.

Untuk diketahui, dalam dugaan kasus ini jaksa Kejari Palembang tidak melakukan penahanan kepada tersangka ‘AR’ dan ‘MA’. Hal ini terungkap saat tahap dua berkas perkara yakni; penyerahan kedua tersangka dan barang bukti dari jaksa penyidik ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dilakukan, Selasa lalu (18/9/2018) di Kejari Palembang.

“Kedua tersangka tidak kami tahan, karena adanya pertimbangan yang mengacu kepada Pasal 21 ayat (1) dan Pasal 21 ayat (4) huruf a dan b KUHAP. Dimana dalam pasal ini, penahanan baru dilakukan jika tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatan yang sama. Dikarenakan ‘AR’ dan ‘MA’ kooperatif, tidak ditahan selama proses penyidikan, serta tersangka mengembalikan uang Rp 249 juta lebih dari kerugian negara Rp 310 juta. Untuk itulah dalam tahap kedua ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ tidak kami tahan,” jelas Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama.

Sekedar mengingatkan, adapun nilai proyek pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang tahun 2016 tersebut yakni senilai Rp 1,4 miliar. Dari hasil penyelidikan jaksa Kejari Palembang, jaksa menemukan bukti dugaan terjadinya pidana korupsi dalam proyek tersebut yang membuat negara mengalami kerugian Rp 310 juta, hingga akhirnya jaksa menetapkan ‘AR’ dan ‘MA’ sebagai tersangka.

Baca Juga :   KPK Geledah Rumah Tersangka Korupsi Sistem Proteksi TKI di Badung

“Bahkan untuk mengungkap dugaan kasus ini kami juga sudah memeriksa 32 saksi yang diantaranya; saksi dari Pejabat Pemkot Palembang. Bahkan sebelumnya, kami telah memeriksa kedua tersangka, dimana dalam pemeriksaan tersebut untuk tersangka ‘AR’ dicecar 33 pertanyaan terkait proses pengadaan lift di BPKAD Palembang. Hal ini dilakukan, karena ketika dugaan kasus ini terjadi ‘AR’ merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Sehingga tersangka ‘AR’ jelas mengetahui proyek pengadaan lift tersebut,” tegas Kasi Pidsus, Andi Andri Utama.

Lanjut Andi, dalam dugaan korupsi ini tersangka ‘AR’ dan ‘MA’ disangkakan Pasal 2 ayat (2) Subsider Pasal 3 dan atau Pasal 9 Undang-Undang No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kabag Humas Pemkot Palembang, Amiruddin Sandy sebelumnya telah mengungkapkan, terkait dugaan korupsi pengadaan lift di Kantor BPKAD Kota Palembang, ia berharap semoga dugaan kasus ini bisa segera cepat selesai.

“Intinya, kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan, dan kami dari Pemkot Palembang tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Semoga permasalahan ini cepat selesai,” jelas Amirrudin Sandy. (ded/den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Jenazah Laki-laki Ditemukan Mengapung di Sungai Musi, Kaki Terikat Rantai

Palembang, KoranSN Kaki kanan dirantai menggunakan gembok dan dikaitkan karung berisi batu, sesosok jenazah laki-laki …

error: Content is protected !!