Hari Kesaktian Pancasila, Masihkah Bermakna Untuk Kita?

monumen-pancasila-sakti
SETIAP tahun pada tanggal 1 Oktober kita memperingati hari Kesaktian Pancasila. Sama dengan tahun ini, Bangsa Indonesia mengulang sejarah dan kita semua mengingat kisah revolusi yang membuat darah dari anak bangsa mengalir.

Kita tahu saat itu ada usaha untuk mengganti dasar Negara Pancasila dengan paham lain, komunisme. Paham yang sangat tak sesuai dan pas untuk Republik ini akhirnya tak bisa ditegakkan, hingga Pancasila masih tegak kuat menjadi dasar negara bangsa Indonesia. Peristiwa kekuatan dasar negara kita inilah yang membuat adanya peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Setelah lama berselang dan Pancasila memang kokoh menjadi dasar negara, muncul suatu pertanyaan untuk kita semua, masihkah peringatan Hari Kesaktian Pancasila bermakna untuk kita? Hal ini sangat wajar muncul karena kita harus jujur dengan kondisi Bangsa yang pemimpinnya belum bisa memberikan pengayom untuk anak Negeri, semangat kebangsaan dan saling menghargai sudah sangat tipis. Padahal nilai-nilai itu ada di dalam dasar negara Pancasila. Lihat dan dengar saat ini, rasa saling menyayangi sangat rendah, antar suku saling serang dan saling tikam, banyak warga yang main hakim sendiri. Semakin pelik kondisi Bangsa ini, karena sistem pemerintahan yang tak kokoh dan praktek korupsi yang menjadi-jadi.

Baca Juga :   Sulitnya Menata Kawasan Lorong Basah Pasar 16 Ilir

Pada peringatan tahun ini kita yakin, mungkin banyak saudara-saudara kita di Tanah Air tercinta lupa dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Untuk kondisi ini, kita tak bisa saling menyalahkan, karena kondisi Bangsa yang membentuk seperti ini.

Melalui hari Kesaktian Pancasila sekarang ini, mari kita mencoba menggali kembali makna mendalam Pancasila sebagai ideologi bangsa dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk ditanamkan dalam diri kita dan generasi kita. Paling tidak

Mari kita memaknai kembali hari Kesaktian Pancasila, dengan saling mengingatkan untuk melaksanakan nilai-nilai Pancasila secara murni dan konsekuen.

Baca Juga :   Ketika 'Manisnya' Batubara Hanya Sesaat Saja?

Kita mulai dengan diri kita sendiri dan lindungan. Bila ini dijalankan insyaallah Bumi Pertiwi yang sedang sendu ini akan tersenyum, karena melihat anak negeri saling menghargai dan mau semangat untuk membangun Bangsa.
(***)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

COVID-19 Masih Memerlukan Perhatian yang Tinggi

  DI penghujung tahun 2020, permasalahan COVID-19 masih memerlukan perhatian yang tinggi, walaupun secara umum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.