Harnojoyo Janji Evaluasi Waktu Truk Lintasi Jalan Protokol



H Harnojoyo. (Foto-Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kecalakaan lalu lintas yang melibatkan truk kontainer yang terjadi belakangan ini di Kota Palembang membuat Walikota Palembang, H Harnojoyo berjanji akan mengevaulasi waktu oprasional truk-truk tersebut saat melintasi jalan protokol.

Menurut Harnojoyo, Perwali (Peraturan Walikota) baru yang mengatur oprasional waktu truk kontainer melintasi jalan protokol masih digodok. Dari itulah yang berlaku saat ini merupakan Perwali yang lama.

“Jadi saat ini yang berlaku Perwali yang lama, dimana truk-truk tersebut tidak boleh melintasi jalan protokol pukul 06.00 WIB hingga pukul 09.00 WIB. Selebih dari jam tersebut diperbolehkan. Karena adanya kecelakaan beberapa hari ini makanya kita akan evaulasi dan sekarang masih digodok Perwali yang baru. Bahkan kedepan forum lalu lintas akan melakukan rapat secepatnya untuk membuat aturannya,” ujarnya.

Diungkapkannya, setiap truk yang beroprasional tentunya sudah melalui uji Kir yang dilakukan oleh Dishub Palembang. Dimana dalam pemeriksaan uji Kir ini, semua kerusakaan yang ada di truk dilakukan perbaikan.

“Kalau sudah dinyatakan lulus dalam uji Kir, tapi masih tetap terjadi kecelakaan itu namanya musibah,” tandasnya.

Sementara Kabid Pengawasan dan Operasional Dishub Kota Palembang, Marta Edison menuturkan, sesuai Perwali waktu yang tidak boleh dilintasi truk fuso di jalan protokol diantaranya; pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB, kemudian sore harinya pukul 15.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB. Apabila, masih ada truk fuso yang melintasi jalan protokol di jam tersebut maka sudah menjadi wewenang pihak kepolisian.

Baca Juga :   Giliran Kelurahan 2 Ilir Disambangi Walikota Harnojoyo

Diakuinya jika dari kejadian truk yang kecelakaan hingga menimbulkan korban jiwa di jalan protol, kebanyakan sudah tidak memiliki izin trayek. Dimana pihaknya juga sering melakukan razia untuk menindak sopir truk nakal tersebut.

“Sedangkan untuk uji Kir itu masanya cuma sampai 10 tahun, kalau mereka (pengemudi truk) masih ada yang melintasi jalan protokol dalam keadaan izin trayek habis, akan dikandangkan begitu juga yang tidak layak jalan,” janjinya.

Terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel, Kombes Pol M Taslim Chairuddin saat dimintai tanggapan terkait kecelakaan lalu lintas melibatkan truk kontainer yang belakangan hari ini terjadi mengungkapan, jika pihak kepolisian hanya melakukan penindakan hukum kepada para pelanggar lalu lintas. Sedangkan untuk kelayakan oprasional truk kontainer melintasi jalan protokol, itu merupakan wewenang dari Dishub.

“Itu wewenang Dishub, apakah layak atau tidak truk itu beroprasi. Termasuk waktu truk-truk tersebut boleh melintasi jalan protokol, sebab ada Perda yang mengaturnya. Sementara pihak kepolisian hanya melakukan tindakan hukum dengan penilangan terhadap truk yang melanggar lalu lintas serta yang melebihi kapasitas muatan,” ungkapnya.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Perhubungan Sumsel, Nelson Firdaus mengungkapkan, jika ada Perwali Kota Palembang yang mengatur jam atau waktu truk-truk boleh melintasi jalan protokol.

Baca Juga :   Cegah Karhutla, HD Peringatkan Direksi PTPN VII

“Kalau layak atau tidak layak truk tersebut beroprasional, itu ada uji Kir dan itu wewenang Dishub Palembang,” ujarnya singkat saat dikoonfirmasi Suara Nusantara.

Diketahui, Kamis (26/10/2017) sekitar pukul 13.00 WIB truk kontainer muatan peti kemas mengalami kecelakaan di Jalan Demang Lebar Daun, tepatnya di depan Rumah Sakit Siti Khadijah Palembang. Kecelakaan ini terjadi lantaran rem truk blong, akibatnya truk menghantam satu pengendara sepeda motor, dua unit mobil jenis minibus serta satu angkot jurusan Pakjo-KM 5.

Dari kejadian tersebut pengendara sepeda motor, Muhamad Yusuf (36) tewas di lokasi kejadian usai ditabrak truk peti kemas yang dikendarai oleh Dedek Aritonang (31), warga Desa Babatan Saudagar, Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Bukan hanya itu, Selasa (17/10/2017) sekitar pukul 11.30 WIB truk kontainer warna hijau menabrak dan menyeret mobil jenis minibus warna hitam yang berada di depannya. Kecelakaan ini terjadi di Jalan Basuki Rahmat, tepatnya di simpang lampu merah Angkatan 66 Sekip Palembang.

Bahkan saat kecelakaan terjadi, truk kontainer menyeret mobil menibus tersebut sejauh 7 meter. Laju kedua kendaraan terhenti, setelah menabrak lampu merah dan lampu jalan yang berada di tengah jalan tersebut. Lagi-lagi, kecelakaan ini juga diakibatkan oleh rem truk yang blong. (rgn/ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kanwil Kemenkumham Sumsel Lakukan Sosialisasi Pendaftaran Merek Kolektif

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sumatera Selatan menyosialisasikan pendaftaran …

error: Content is protected !!