Hasil Pemeriksaan Kesehatan Pengungsi Wamena Tunggu Laboratorium



Kepala Dinas Kesehatan Baubau Wahyu. (foto-antaranews)

Baubau, KoranSN

Hasil pemeriksaan kesehatan 111 pengungsi korban konflik Wamena, Papua, berasal dari Sulawesi Tenggara, saat tiba di Pelabuhan Murhum Baubau masih menunggu penanganan pihak laboratorium kesehatan, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau Wahyu.

“Jadi tadi kan saat pemeriksaan kesehatan sudah diambil nama dan alamatnya. Jadi begitu ada yang positif hasil lab, nama itu kami akan langsung memberi obat,” ujarnya usai menjemput pengungsi Wamena di Pelabuhan Murhum Baubau, Rabu (16/10/2019).

Ia mengatakan, tenaga medis melakukan pemeriksaan darah para korban kerusuhan Wamena karena Papua daerah endemik malaria, khususnya valsifarum atau tropikana.

“Olehnya itu, apabila hasil laboratorium nantinya ada penyakit, kami akan ‘brobing’ pemberian obat,” katanya.

Baca Juga :   Cara Vaksinator COVID-19 Tingkatkan "Mood" Pasien

Ia mengatakan, dalam pemeriksaan fisik para pengungsi ditemukan seseorang berusia 17 tahun terjatuh karena kelelahan dengan membawa barang sehingga tenaga medis merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit.

“Kemudian yang masih balita, alhamdulillah saat dicek semua pada umumnya sehat,” ujar mantan Kadis Perhubungan Baubau itu.

Wahyu juga mengatakan hasil pemeriksaan kesehatan mereka di laboratorium dapat diketahui paling lama sekitar sepekan.

“Kalau hanya satu orang mungkin sehari sudah bisa, tapi karena ini banyak, jadi diselesaikan dulu semua. Jadi kita akan lihat kalau ada yang positif akan diberi obat ke alamatnya,” ujarnya.

Sebanyak 111 pengungsi korban konflik Wamena saat tiba di Pelabuhan Murhum dijemput Wakil Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse dan diterima di rumah jabatannya yang persis berhadapan dengan pelabuhan setempat.

Baca Juga :   Hipmi Jemput Bola 50 Ribu Vaksin untuk Masyarakat Pesisir dan UMKM

Pengungsi itu berasal dari sejumlah daerah di Sultra, yakni Kota Baubau 66 orang, Kabupaten Muna (27), Buton Tengah (22), Muna Barat dan Buton Selatan, masing-masing tiga orang, Kendari (2), serta Buton dan Bombana, masing-masing satu orang.

Setiba mereka di pelabuhan, para pengungsi antara lain ditangani petugas dari Karantina Kesehatan Pelabuhan, Dinkes Baubau, BPBD dan Dinsos Baubau, Kantor UPP Kelas 1 Baubau, PMI, Tagana, dan tim kesehatan daerah itu. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Realisasi Vaksinasi Anak 6-11 Tahun di Belitung Capai 54,82 Persen

Belitung, Babel, KoranSN Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat realisasi vaksinasi COVID-19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.