Hati-Hati Penyakit ‘Kencing Tikus’ Terjadi di Palembang



dr Hj Letizia M.Kes. (Foto-Dok/Istimewa)

Palembang, KoranSN

Memasuki musim pancaroba dapat menimbulkan berbagai penyakit. Tidak hanya penyakit seperti demam berdarah, flu, pilek, tetapi ada satu penyakit lain, yakni Leptospirosis atau dikenal dengan penyakit ‘kencing tikus’.

Dimana, penyakit tersebut berpotensi menyerang masyarakat saat tingginya curah hujan termasuk di Kota Palembnag

Kepala Dinas Kesehatan kota Palembang, Dr Letizia menuturkan, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira ini, beberapa kasus memang sudah terjadi dibeberapa daerah provinsi lain. Namun di daerah Palembang pihaknya belum mendapatkan laporan bahwa masyarakat menderita penyakit tersebut.

Meski demikian, Letizia menuturkan, memasuki musim hujan di Kota palembang saat ini, bukan tidak mungkin potensi penyakit tersebut bisa terjadi. Untuk itu, masyarakat diminta hati-hati.

“Alhamdulillah sejauh ini kasus penyakit ‘kencing tikus’ belum terdata masuk di Kota Palembang. Biasanya kasus ini terjadi kalau ada banjir besar, tapi tetap harus hati-hati,” ungkapnya, Rabu (28/2/2018).

Ia menjelaskan, penyakit ini bisa menyerang manusia masuk melalui mata, hidung, mulut bahkan bekas luka yang belum kering. Dimana, penyakit ‘kencing tikus’ mempunyai potensi menular lebih besar pada kondisi curah hujan tinggi. Penyebaranya terjadi melalui urin atau darah dari hewan yang sudah terkena infeksi bakteri Leptospira.

Ia menambahkan, ada beberapa jenis hewan yang dapat terserang dan menjadi pembawa penyakit ini, seperti; anjing, sapi, babi, dan hewan pengerat seperti tikus. Dari beberpa jenis hewan tersbut, tikus menjadi salah satu hewan yang sering membawa dan menyebarkan penyakit ini pada manusia.

Penyakit Leptospirosis ini, lanjut Letizia, dapat menyerang manusia apabila terjadi kontak secara langsung dengan air, tanah yang tercemar urin. Jadi, penyakit ini cukup rentan menyerang manusia yang sering melakukan kontak langsung pada hewan, tetapi penyakit ini sangat jarang tertular dari sesama manusia.

Baca Juga :   Pedagang Tepis Isu Kenaikan Beras

“Bagi yang terkena penyakit ‘kencing tikus’ ini, gejala umumnya sama, seperti sering merasa mual dan muntah, demam disertai tubuh meriang dan nyeri otot, hilang nafsu makan serta menderita diare,” jelasnya.

Dari itu, Letizia juga terus menghimbau pada masyarakat untuk melakukan atisipasi terjadinya penyakit ini salah satunya untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Terutama pada anak-anak bermain air saat kondisi banjir. Ditambah dikondisi itu ada luka disekitar tubuh.

“Jagan lupa juga memakai alat pelindung tubuh, seperti sepatu, atau sarung tangan saat melakukan pembersihan lingkungan sekitar,” tandasnya. (rgn)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Ratusan Pegawai Kemenkumham Sumsel Ikuti Jalan Santai di Jakabaring Sport City

Palembang, KoranSN Dalam upaya menjaga kesehatan tubuh seluruh pegawai, Kanwil Kemenkumham Sumsel menggelar kegiatan olahraga …

    error: Content is protected !!