Herman Deru dan Ketua KPK Komitmen Berantas Korupsi









H Herman Deru foto bersama Ketua KPK Firli Bahuri. (Foto-Humas Pemprov Sumsel)

Jakarta, KoranSN

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi yang pertama di Indonesia yang akan menerapkan Whistleblower System (WBS) atau Sistem Pengungkap Fakta dalam upaya pengungkapan korupsi.

Hal ini menyusul telah ditunjuknya Sumsel sebagai pilot project oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI yang ditandai dengan Penandatangan Naskah Perjanjian Kerjasama KPK RI dan Pemprov Sumsel tentang penanganan pengaduan dalam upaya Pemberantasan Korupsi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga :   Herman Deru: Demokrasi di Sumsel Harus Terhormat

Penandatangan Naskah Perjanjian Kerjasama tersebut dilakukan antara Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar dan Deputi Pengawasan Internal dan Pengaduan Masyarakat (PIPM) Hery Muryanto yang disaksikan langsung oleh Ketua KPK RI Firli Bahuri bersama Gubernur Sumsel Herman Deru.

Gubernur Herman Deru ketika dimintai tanggapannya terkait dengan kerjasama ini menilai, jika upaya pemberantasan Korupsi patut diberikan apresiasi dan sudah selayaknya didukung karena mempunyai tujuan dan maksud yang sangat luar biasa dalam upaya pemberantasaan korupsi. Terlebih, Sumsel dipercaya KPK RI sebagai pilot project dalam penerapan WBS. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Baca Juga :   Full Day School: Program Mencari Popularitas





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Sumsel Raih Penghargaan Lima Besar Provinsi Penghasil Padi Tertinggi Nasional

Jakarta, KoranSN Di bawah kepemimpinan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, Berbagai prestasi membanggakan berhasil diraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.