Herry Nurhayat Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Korupsi RTH Bandung





Mantan pejabat Pemkot Bandung divonis empat tahun penjara.(foto-antara)

Bandung, KoranSN

Mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Bandung, Herry Nurhayat divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung dalam kasus korupsi pengadaan ruang terbuka hijau (RTH).

Ketua Majelis Hakim, T Benny Eko Supriyadi mengatakan perbuatan Herry Nurhayat terbukti secara sah dan meyakinkan telah merugikan negara dari perbuatan korupsi tersebut.

“Herry Nurhayat secara sah meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama sama. Menjatuhkan pidana penjara empat tahun dengan denda Rp400 juta, apabila tidak mampu membayar, maka dihukum enam bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Rabu (4/11/2020).

Baca Juga :   Sebelum Dipenggal, Kepala Gustiawan Dibacok Puluhan Kali

Majelis hakim menilai, perbuatan Herry termasuk perbuatan merugikan negara dalam kategori yang berat. Karena dari kasus itu, negara mengalami kerugian sekitar Rp69 miliar.

Namun tingkat kesalahan Herry, menurut majelis hakim termasuk dalam kategori sedang. Hal yang meringankan Herry, menurut Hakim yakni bersikap sopan selama persidangan, dan turut berkolaborasi untuk mengungkap sosok lainnya yang terlibat dalam kasus itu.

“Dalam kategori kerugian negara berat, hukumannya adalah 8 sampai 10 tahun. Namun demikian Herry sikap kooperatif, bersedia jadi justice collaborator, yang dapat mengungkap pelaku lainnya,” kata majelis hakim. HALAMAN SELANJUTNYA >>

Baca Juga :   1 Tahun Abu Jakfar Jadi Target Densus Anti Teror





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Panggil Sekretaris Dewan Komisaris Pertamina Terkait Kasus LNG

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Sekretaris Dewan Komisaris PT Pertamina (Persero) Priska Sufhana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!