Hipnotis Kembali Beraksi di Lahat





Ilustrasi. (foto-net)

Lahat, KoranSN

Pelaku kejahatan dengan modus gendam atau hipnotis kembali terjadi di Kota Lahat. Setelah sebelumnya pelaku menyasar pengunjung pusat perbelanjaan di Lahat. Kali ini, Sabtu (11/9/2018), pelaku menghopnotis korban Partinah (46), pedagang jamu.

Atas kejadian tersebut, warga Jalan Kirab Remaja, Gang Mawar Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kota Lahat ini mendatangi SPKT Polres Lahat, setelah kehilangan emas 3 suku dan uang Rp 1.100.000.

Partinah menceritakan, kejadian itu bermula sekitar pukul 09.00 WIB, persis di belakang pusat perbelanjaan handphone (HP) Pasar Belanda Lahat. Ibu tiga anak ini didatangi orang hendak membeli jamu, sembari bertanya dimana lokasi museum biologi di Lahat. Lalu, pelaku bercerita mengenai benda pusaka miliknya, yang berbentuk persegi enam.

Diungkapkannya, tak lama datang pria yang mengaku bernama Iwan, seorang pimpinan perusahaan. Karena obrolan semakin serius, Partinah diajak keduanya sebagai saksi. Lalu pindah tempat ke sebuah warung pempek di depan SMAN Muhammadiah Lahat.

Baca Juga :   Buronan Kasus Jambret di Lubuklinggau Utara Menyerah

“Kata pria pertama itu, harganya sekitar Rp1 miliar, dia janji akan memberi imbalan ke saya sebesar Rp 10 juta,” ujar Partinah, ketika ditemui di kediamannya, Minggu (12/8/2018).

Sesampai di warung tersebut, Iwan rupanya berniat meminjam uang Partinah. Tergiur dengan janji dari Iwan, Partinah pun lantas pulang ke rumah, mengambil simpanan emas dan uang miliknya. Kemudian kembali lagi menemui Iwan. Kemudian korban tersadar setelah sekitar 30 menit menunggu Iwan, karena dijanjika akan dikasih uang Rp 10 juta.

“Orangnya kurus pakai kaca mata, kalau ciri-ciri Iwan kakinya kencot. Uang dan emas itu hasil tabungan dari jual jamu bertahun-tahun mas,” tuturnya.

Diketahui jika kejadian serupa juga dialami Dea Zunaini (21), warga Kelurahan Bandaragung, Kota Lahat. Kamis (9/8) lalu, korban mendatangi SPKT Polres Lahat setelah kehilangan HP dan uang Rp 3.700.000 usai bertemu dua pria tak dikenal, ketika sedang pusat perbelanjaan di Lahat.

Baca Juga :   Curi Aki Excavator, Dua Remaja Dibekuk

Dea menjadi korban setelah didatangi dua pria yang menanyakan tempat pagelaran seni. Kedua pria tersebut lalu menawarkan benda pusaka, yang berbentuk persegi enam.

Kapolres Lahat, AKBP Roby Karya Adi melalui Kasat Reskrim AKP Satria Dwi Dharma membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini laporan korban masih dalam penyelidikan lebih lanjut. “Akan kita pelajari dahulu dan periksa saksi- saksi,” ujar Kasat.

Kasubag Humas Polres Lahat, Ipda Sabar T menuturkan, biasanya pelaku kejahatan ini bergerak berkelompok, dengan sistematis berpura-pura menawarkan produk agar calon korban lebih percaya. Lalu pelaku mengincar calon korban yang sendirian, dengan tatapan kosong.

“Kepada masyarakat harus lebih waspada, jangan mudah percaya dengan orang tak dikenal. Kalau bisa, tidak sendirian saat berada di pusat keramaian,” imbau Sabar. (rob)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Vendor: Kementan Berutang Rp 1,6 Miliar Usai Penuhi Permintaan SYL

Jakarta, KoranSN Salah satu vendor di Kementerian Pertanian (Kementan), PT Haka Cipta Loka dan Haka …

error: Content is protected !!