HPL Hambat Bangun Hotel

ilustrasi-hotel

 

 

Palembang, SN

Rencana pembangunan hotel dengan sistem built operate transfer (BOT) di kawasan eks Museum Tekstil Palembang mengalami sedikit hambatan. Sebab, hingga saat ini belum keluar izin Hak Pengelolaan Lahan (HPL) dari Badan Pertanahan Nasional. Hotel yang akan dibangun dilakukan oleh PT Dika Karya Lintas Nusa.

“BOT-nya selama 30 tahun,” kata Kabid Penatausahaan dan Pemanfaatan Aset Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Burkiyan, Rabu (17/6).

Diketahui, bangunan museum yang dianggap sebagai salah satu warisan sejarah disebut-sebut menjadi alasan proses penerbitan HPL tidak berjalan mulus. Akibatnya, pengembangan kawasan museum yang dijadwalkan akan dimulai pada 2013 lalu belum juga terlaksana.

Baca Juga :   Kejurnas Ajang Memasyarakatkan Olahraga Boling

Ia mengungkapkan, pihaknya telah memberikan penjelasan kepada BPN terkait status museum. Diakuinya, bangunan museum memang masuk dalam kategori bangunan warisan sejarah yang dilindungi kelestariannya oleh Pemerintah.

“Namun penilaian itu dianggap tidak menghalangi proses perizinan, karena hingga saat ini Perda penetapan museum sebagai bangunan bersejarah juga belum dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, dalam hal ini Pemerintah Kota Palembang,” jelas dia.

Burkiyan memastikan pengembangan Museum Tekstil yang notabene merupakan aset Pemprov Sumsel tersebut tetap akan berjalan. Bahkan, pihak investor telah mengajukan perubahan luas pembangunan hotel lebih dari 10 lantai dari rencana awal 6 lantai.

Baca Juga :   Pasar Cinde Segera Disulap Jadi Pasar Modern

“Rencananya, mereka akan memperbanyak jumlah kamar hotel dari kapasitas 45 kamar menjadi 139 kamar,” tutur dia.

Dalam waktu dekat, pihak Pemprov menjadwalkan akan bertemu dengan investor untuk membahas kembali kelanjutan proyek ini. Namun, kata dia, pembangunan hotel tersebut masih akan tetap berjalan sesuai rencana semula.

Pihaknya akan melakukan perubahan adendum. Karena adendum yang sudah terbit yakni No 025/SPK/BPKAD/2013 tanggal 11 Desember 2013, harus dirubah sesuai dengan rencana yang baru.

“Sebelumnya, investasi awal sebesar Rp35 miliar. Namun dipastikan berubah dan bertambah sebab adendum juga akan dirubah,” tandasnya. (yun)





Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

M Nasir Caleg DPRD Sumsel Silaturahmi dengan Ibu-ibu Pengajian di Galang Tinggi

MUHAMMAD Nasir SSi, Caleg DPRD Provinsi Sumsel Periode 2024-2029 Nomor Urut 4 dari Partai Golkar …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!