IESR: PLTS Atap Untungkan Pemerintah dan PLN





Petugas memelihara panel surya yang terpasang di atap gedung Direktorat Jenderal (Dirjen) Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (EDSM), Jakarta, Senin (24/5/2021). Kementerian ESDM menyebutkan bahwa pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Aurya (PLTS) akan menjadi prioritas pemerintah dalam mengakselerasi pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT) sebagai target untuk mencapai “net zero emission”. (Foto/Antara)

Jakarta, KoranSN

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa mengatakan penggunaan PLTS atap menguntungkan pemerintah dan PLN karena mengurangi subsidi dan menekan nilai investasi.

Baca Juga :   Hari Juang Kartika, Manunggal dengan Rakyat TNI AD Kuat

“PLN mengeluarkan biaya pokok pembangkit Rp1.028 per kWh, sementara tarif industri yang disubsidi sebesar Rp972 per kWh. Penggunaan PLTS atap akan mensubstitusi permintaan listrik dari PLN, sehingga beban subsidi pelanggan industri juga berkurang,” kata Fabby Tumiwa dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Berdasarkan studi pasar yang dilakukan IESR, minat masyarakat menggunakan PLTS atap terbilang tinggi. Mereka mengharapkan kebijakan yang mempermudah perizinan dan proses instalasi serta keekonomian yang memadai. HALAMAN SELANJUTNYA>>

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

KSP Kawal Produksi Padi Biofortifikasi di Lampung

Jakarta, KoranSN Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kementerian Pertanian memantau …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.