Indriati Lukitasari: Kerja Dibuat Fun

kap
Indriati Lukitasaria

BAGI pemilik nama lengkap Indriati Lukitasari ini dalam bekerja jangan merasa terbebani sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak akan terasa berat jika dikerjakan ikhlas dan penuh rasa tanggungjawab. Jika pekerjaan dijadikan beban, maka tidak akan berhasil baik, malahan akan memperburuk pekerjaan.

“Kerja itu dibuat fun aja, jika kita sudah mulai bosan atau lg badmood cari alternatif lain atau tinggalin sejenak untuk menghibur diri sendiri dan teman-teman. Misalnya kita buat acara dengan mengundang teman-teman, hanya untuk sekedar makan bersama maupun menikmati liburan sejenak,”tutur wanita kelahiran Gorontalo, 14 Februari 1978 ini.

Untuk mencapai posisi seperti sekarang yaitu menjabat sebagai Funding Head Bank Woori Saudara Jakarta dilalui dengan penuh perjuangan. Sebelumnya terjun ke dunia perbankan, alumni S1 Hubungan Internasional Universitas Airlangga Surabaya ini bercita-cita menjadi diplomat sesuai dengan ilmu yang didapatnya dari bangku kuliah. Namun, dunia kerja orang tuanya yang berkecimpung di dunia perbankan membawa buah hati dari Rochana Yusuf dan Rachmanto ini mengikuti jejak ayah tercinta berkecimpung di dunia perbankan.

Baca Juga :   Askolani Berjuang untuk Kesejahteraan Rakyat

Pertama kali terjun ke dunia perbankan dituturkan wanita yang hobi traveling ini dimulai tahun 2001 sebagai petugas Customer Service di Bank Niaga Surabaya sampai 2006. Kemudian 2006 sebagai senior officer di Bank NISP, tahun 2007 sebagai asisten manager sales di Citi Bank sampai 2011. Selanjutnya 2011 sebagai Manager Card and Personal di BII May Bank Jakarta. Akhirnya pada 2012-2016 menjadi Branc Manager Bank Saudara hingga membawa penyuka warna merah ini menduduki jabatan sebagai Funding Head Bank Woori Saudara Jakarta sampai sekarang.

Di sela-sela kesibukannya alumni S2 Unsri ini menyalurkan hobi memasak. Berbagai masakan westren mulai dari spaghetti hingga steak pernah dimasaknya. Kebiasakan memasak makanan barat menurun dari mama tercinta yang selalu memberikan dan mengajari dengan resep-resep western.

“Karena itu bila weekend saya biasa memasak sendiri. Karena keluarga di rumah suka dengan masakan sendiri daripada beli di luar,” tutur wanita yang menyelesaikan S2 dalam kurun waktu 1,9 tahun ini dengan predikat cumlaude.

Baca Juga :   Bosan Jadi Karyawan Fokus Bisnis

Obsesi terbesar yang ingin diwujudkan anak ketiga dari tiga bersaudara ini adalah ingin menjadi dosen. Karena dengan menjadi dosen tidak ada batasan umur serta uang yang diterima cukup untuk hidup.

“Dalam bekerja saya selalu ingat pesan dari orang tua jangan pernah main-main dengan uang meskipun dunia kerja kita berhubungan dengan uang. Selain itu jangan lupa sedekah karena dibalik rezeki kita ada rezeki orang lain,” tuturnya. (soimah)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Muddai Madang : “Bukan Saya Tak Cinta Lagi SFC”

JANGAN sangsikan kecintaannya terdahap dunia olahraga, khususnya sepakbola. Untuk hal yang satu ini, dia bahkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.