Industri Migas Balikpapan Ciptakan Efek Berganda Bagi Ekonomi Nasional





Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi (kanan) mendengarkan penjelasan dari karyawan PT Citra Tubindo Tbk saat peninjauan pengeksporan produk pipa transmisi gas di Pelabuhan SCN Logistics Kabil, Batam, Kepulaua Riau, Kamis (9/6/2022). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan keberadaan industri minyak dan gas bumi di Balikpapan, Kalimantan Timur, memberikan efek berganda bagi perekonomian Indonesia.

“Kota Balikpapan bisa menjadi inspirasi bagaimana sebuah kota dibangun dari aktivitas migas. Jika dirunut sejarahnya, Balikpapan berkembang sejak ditemukan ladang minyak pada abad ke-19,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi dalam keterangan di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

Baca Juga :   Hanya Ada Dua Sub Penyalur di Sumbagsel

Erwin mengungkapkan ada banyak fakta dan sejarah yang memperlihatkan kontribusi industri hulu migas dalam perkembangan sebuah wilayah dan peradaban. Dalam konteks nasional, industri hulu migas dan industri penunjangnya dituntut untuk terus menjadi lokomotif bagi kemajuan perekonomian nasional.

Pada 20 Juni 2022, SKK Migas mengunjungi Sumur Minyak Mathilda yang kini menjadi salah satu situs bersejarah di Balikpapan. Kunjungan itu merupakan bagian dari Pra Kegiatan Forum Kapasitas Nasional 2022 di wilayah Kalimantan dan Sulawesi, sekaligus memperoleh pelajaran dalam upaya meningkatkan dampak berganda industri hulu migas terhadap sektor-sektor penunjang yang berujung pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Rp 195 Ribu Halal bi Halal di The Excelton

Sumur Mathilda merupakan bekas pengeboran minyak pertama di Kota Balikpapan, dan menjadi salah satu sumur minyak tertua di Indonesia.

Sumur minyak itu pertama kali dibor oleh perusahaan minyak milik Belanda pada 10 Februari 1897. Tanggal pengeboran Sumur Mathilda kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kota Balikpapan.

Setelah sumur minyak ditemukan, perusahaan minyak kolonial Belanda membangun pemukiman dan berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas pekerjanya di kawasan perbukitan yang dikenal sebagai Bukit Dubs. Semua dibangun tertata, tanpa mengubah lanskap dan kontur tanahnya yang lantas menjadi cikal-bakal Kota Balikpapan. HALAMAN SELANJUTNYA>>





Publisher : Apriandi

Lihat Juga

PLN Aceh Edukasi Keselamatan Kelistrikan Kepada Masyarakat

Banda Aceh, KoranSN PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Lhokseumawe, Aceh, mengedukasi dan menyosialisasikan potensi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!