Ini Alasan Polisi Tetapkan Remaja 19 Tahun Tersangka Pembunuhan Waria di Salon Kiki

Tersangka Hadian saat menolak melakukan adegan rekonstruksi pembunuhan korban Chika di Salon Kiki. (Foto-foto/Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Pihak kepolisian memiliki alasan dan sejumlah bukti hingga menetapkan Hadian remaja berusia 19 tahun sebagai tersangka pembunuh Aldi alias Chika (25), seorang Waria di dalam Salon Kiki Jalan KH Ahmad Dahlan Kelurahan Talang Kelapa Maskarebet Kecamatan Alang Alang Lebar Palembang.

Diketahui dalam rekonstruksi kasus pembunuhan korban, tersangka Hadian yang tercatat sebagai warga Desa Perambahan Baru RT 5 Kecamatan Banyuasin l Kabupaten Banyuasin ini, menolak untuk memperagakan adegan rekonstruksi. Meskipun demikian, polisi masih melakukan rekonstruksi dimana adegan rekonstruksi diperankan oleh peran pengganti yakni, anggota kepolisian Polsek Sukarami.

Kanit Reskrim Polsek Sukarami, Iptu Marwan mengungkapkan, tersangka tidak mengakui telah membunuh korban dan akan melakukan praperadilan itu merupakan hak dari tersangka. Walaupun demikian polisi memiliki alasan dan bukti yang cukup hingga menetapkan Hadian sebagai tersangka.

“Adapun bukti tersebut yakni sejumlah keterangan saksi-saksi, diantaranya; dua warga yang melihat saat tersangka dan korban makan bersama di dalam salon, penjual nasi tempat tersangka membeli nasi, penjaga malam yang sempat mengintip usai tersangka membunuh korban. Serta rekaman CCTV rumah warga yang merekam tersangka saat membersihkan darah dengan mengusapkan tangannya ke tiang listrik,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, selain itu polisi juga memiliki bukti pengakuan tersangka saat diamankan.

“Tersangka Hadian ini awalnya mengakui perbuatannya, bahkan saat pra rekonstruksi tersangka memperagakan adegan membunuh korban. Hanya saja, saat dilakukan rekonstruksi, tersangka dan pengacaranya tidak mau mengikuti rekonstruksi dengan alasan jika tersangka tidak membunuh korban. Itu hak mereka, nanti kita buktikan di pengadilan,” tegasnya.

Baca Juga :   Kemenkumham Sumsel Ajukan Proses Hukum 20 WNA yang Membuka Pijat Terapi

Dirinya menilai jika tersangka Hadian yang tidak mengakui perbuatan membunuh korban, merupakan alibi guna melakukan pembelaan.

“Dalam rekonstruksi yang telah digelar, jelas terlihat tersangka membunuh korban. Bahkan saksi saksi yang kami hadirkan dalam rekonstruksi tersebut merupakan saksi sebenarnya yang tak lain warga setempat,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Jumat (23/2/2018) aparat kepolisian Polsek Sukarami telah melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan korban. Dalam rekonstruksi itu sebanyak 44 adegan diperagakan di TKP, dimana peran korban dan tersangka diperankan oleh anggota kepolisian. Hal ini dilakukan lantaran tersangka Hadian tidak mau memperagakan adegan, karena membantah telah membunuh korban.

Terungkap dalam rekonstruksi tersebut, pembunuhan korban dilakukan tersangka, karena tersangka tidak mau diraba-raba oleh korban. Hingga akhirnya tersangka mengambil tabung gas LPG 3 Kg di dapur salon, lalu menghantamkannya ke kepala korban.

Pemukulan tersebut terjadi pada adegan ke-31. Usai dipukul korban terjatuh ke lantai lalu pingsan. Setelah itu, tersangka mengambil seprai di kamar yang ada di salon tersebut lalu menjerat leher korban sambil menekan wajah korban hingga mengakibatkan korban tewas.

Dalam rekonstruksi, tampak adegan awal dimulai saat tersangka Hadian dengan menumpangi sepeda motor temannya datang ke Salon Kiki untuk memotong rambut. Kemudian rekan tersangka pergi usai mengantarkan tersangka, lalu tersangka masuk ke dalam salon menemui Chika yang saat itu sedang memotong rambut konsumennya.

Setelah di dalam salon, Chika meminta tersangka membelikan nasi ayam di salah satu rumah makan yang berada tak jauh dari Salon Kiki. Usai membeli nasi kemudian tersangka kembali ke salon, yang saat itu konsumen yang tadinya memotong rambut telah pergi.

Baca Juga :   Bergilir Saksi Dugaan Korupsi Internet Desa Dinas PMD Muba Rugikan Negara Rp 27 Miliar Diperiksa Kejati Sumsel

Sehingga saat itu hanya ada korban dan tersangka di dalam salon dan keduanya makan bersama dibangku yang ada di dalam salon.

Dikarenakan rolling door salon masih terbuka hingga disaat keduanya makan nasi bersama dilihat oleh dua warga yakni, saksi Tuti dan Ria yang saat itu keduanya mengendarai sepeda motor dengan pelan melintas di depan salon.

Sesuai makan bersama, barulah korban mengajak memotong rambut tersangka. Namun, ketika tersangka duduk di kursi, korban meraba tubuh tersangka hingga membuat tersangka marah dan memegang tangan korban. Lalu tersangka berdiri untuk menjauh dari korban.

Akan tetapi disaat tersangka berdiri, korban memeluk dari arah belakang hingga tersangka menepiskan rangkulan tangan korban. Melihat hal itu, kemudian korban menarik tangan tersangka dan membawanya ke kamar creambath yang ada di salon tersebut.

Ketika di dalam kamar, korban kembali memeluk dari belakang hingga membuat tersangka mendorongkan korban, lalu tersangka berlari keluar kamar.

Setiba di pintu luar kamar tersebut, tersangka melihat tabung gas LPG di dapur salon, lalu tersangka langsung mengambilnya kemudian membawa tabung gas tersebut ke ruangan depan, tempat pemotongan rambut. Diwaktu bersamaan, korban kembali mendekati hingga membuat tersangka nekat memukulkan tabung gas tersebut sebanyak satu kali ke kepala korban. Akibatnya, korban jatuh ke lantai dengan kondisi kepala pecah.







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Usai Tahan Enam Tersangka, Siap-Siap Para Saksi Dugaan Korupsi Batu Bara Diperiksa Kejati Sumsel

Palembang, KoranSN Usai menetapkan enam tersangka, para saksi bersiap-siap untuk dipanggil Kejati Sumsel guna diperiksa …

error: Content is protected !!