Ini Gejala Ringan Malaria yang Harus Diwaspadai





Ilustrasi. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Hingga kini penyakit malaria masih menjadi salah satu fokus bagi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Penyakit ini disebabkan infeksi parasit Plasmodium yang hidup dan berkembang biak dalam sel darah merah manusia yang ditularkan oleh nyamuk malaria (Anopheles) betina.

Malaria pada umumnya dapat menyerang siapa saja baik laki-laki maupun perempuan. Malaria dapat menyerang semua golongan umur, baik bayi, anak-anak, atau orang dewasa.

Menurut Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zonotik Kementrian Kesehatan, dr Elizabeth Jane Soepardi, MPH, Dsc mengatakan penyebab malaria melalui gigitan nyamuk malaria (Anopheles sp) betina yang mengandung parasit malaria kepada orang yang sehat.

Baca Juga :   Lantamal IX / Ambon Kerahkan Babinpotmar Bantu Vaksinasi Warga Pesisir

“Nyamuk biasanya mengigit mulai jam 6 sore hingga 6 pagi. Gejala dari penderita malaria mulai dari demam, menggigil dan dapat disertai sakit kepala, muntah, diare, hingga nyeri otot atau pegal-pegal, ” ucapnya dalam acara briefing hari malaria sedunia di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Lanjut dr. Elizabeth menjelaskan akibat dari terjangkitnya penyakit malaria yakni Anemia (kekurangan darah merah) akibat hancurnya sel karena plasmodium.

Anemia kronis pada ibu hamil dapat menyebabkan kematian dan pada bayi dapat terjadi berat badan tendah, serta pada anak dapat mempengaruhi kecerdasan otaknya.

Baca Juga :   Kepala Kesbangpol Kotawaringin Barat Meninggal Terjangkit COVID-19

“Karenanya untuk mencegah sebaiknya melakukan ABC yakni Awas, dan perhatikan faktor resiko, dan cara penularan. Biasakan untuk menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan kelambu, tidak keluar malam, dan memakai anti nyamuk. Serta Cek darah segera jika mengalami gejala demam berkelanjutan,” ucapnya. (viva.co.id)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pasien COVID-19 di Babel Tersisa 84 Orang

Pangkalpinang, KoranSN Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan pasien COVID-19 tersisa 84 orang …

error: Content is protected !!