Isi Bahan Bakar ke Drum, Jukung Meledak di Sungai Musi

Tampak SPBU terapung di kawasan perairan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang dan puing-puing jukung yang meledak dan terbakar. (foto-polair polreta palembang)

Palembang, KoranSN

Kapal Jukung MS Jasa Mulya dengan trayek Karang Agung-Palembang, Kamis (20/12/2018) pukul 15.00 WIB meledak lalu terbakar di SPBU terapung di kawasan perairan 5 Ulu Kecamatan SU I Palembang. Kejadian ini terjadi usai pegawai SPBU mengisi bahan bakar jenis solar dan bensin ke dalam drum yang dimuat di jukung tersebut.

Akibat kejadian tersebut satu korban hilang dan tujuh korban terluka bakar dan kini masih di rawat di Rumah Sakit AK Gani dan RSMH Palembang. Adapun untuk identitas korban yang hilang yakni Julman (30), pegawai operator di SPBU terampung tersebut. Korban hilang tenggelam usai loncat ke Sungai Musi saat jukung terbakar.

Sedangkan untuk tujuh korban yang terluka dan kini dirawat di rumah sakit yakni; Supriyanto (56) dan Joniansyah (48), keduanya pegawai SPBU terapung 5 Ulu. Kemudian Dafit Faris Sarubi (4), Har (21), Roni (21) yang merupakan penumpang jukung, serta Herman (35) selaku serang jukung dan Hendra (34) pengurus jukung.

Pantauan di lapangan, saat kejadian Kapal Jukung MS Jasa Mulya tersebut meledak lalu hancur dan hanyut di perairan Sungai Musi hingga menimbulkan asap hitam mengepul. Bahkan puing-puing dari rangka kapal jukung yang masih terbakar terbawa arus sungai hingga ke bawah Jembatan Ampera. Akibatnya asap hitam menyelimuti Jembatan Ampera.

Kejadian tersebut membuat heboh masyarakat dan pengguna jalan yang langsung menonton terbakarnya kapal jukung dari sekitaran Jembatan Ampera sehingga menimbulkan kemacetan kendaraan di seputaran Jalan Jenderal Sudirman sampai Jembatan Ampara. Untuk mengurai kemacetan arus lalulintas yang terjadi tampak pihak kepolisian menutup sebagian jalan protokol, diantaranya seperti di Kawasan Cinde.

Kasat Polair Polresta Palembang, Kompol Cahyo Yudo Winarno mengatakan, meledak lalu terbakarnya Kapal Jukung MS Jasa Mulya ini, bermula saat Herman yang merupakan serang membeli 10 drum solar dan 10 drum bensin di SPBU terapung 5 Ulu milik Hafoz (35).

Baca Juga :   Paket Hingga Obat Kode Anggota DPRD Muara Enim Minta Jatah Fee Proyek Rp 200 Juta

“Setelah pegawai SPBU mengisikan bahar bakar ke drum di jukung tersebut, kemudian Herman selaku serang menstarter mesin dengan gas yang tinggi. Akibatnya dari mesin keluar percikan api lalu api menyambar solar dan bensin yang berada di dalam drum hingga membuat jukung tersebut meledak dan terbakar,” ujarnya.

Masih dikatakan Kasat, dari keterangan saksi pemilik SPBU terampung diketahui jika sebelum kejadian terjadi, pegawai SPBU sempat mengingatkan serang Kapal Jukung MS Jasa Mulya agar tidak terlalu kuat saat menekan gas usai menstarter mesin. Namun hal itu tidak dihiraukan oleh serang hingga tak lama kemudian terjadi percikan api dari mesin.

“Jukung ini meledak dulu lalu terbakar, dari itulah membuat kapal jukung itu menjadi puing-puing yang hanyut di Sungai Musi sampai ke bawah Jembatan Ampera. Tak lama kemudian, api yang membakar puing-puing jukung tersebut berhasil dipadamkan petugas. Sedangkan untuk SPBU terampung yang ada di lokasi kejadian tidak ikut terbakar, bangunannya saja yang porak poranda imbas dari ledakan jukung,” ungkapnya.

Sementara Anton (30), saksi mata kejadian tersebut mengatakan, saat kejadian dirinya yang kesehariannya bekerja sebagai serang kapal jukung sedang menunggu penumpang tak jauh dari lokasi kejadian. Tiba-tiba dirinya mendengar suara ledakan yang sangat keras dari SPBU terapung 5 Ulu tersebut.

“Kuat sekali suara ledakannya, dan saat itulah saya melihat ada jukung terbakar di dekat SPBU tersebut. Bahkan saat kejadian api hitam terlihat mengepul, dan ada beberapa korban terluka dan lansung di larikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Baca Juga :   Curi Pakaian Dalam Wanita, Pemuda di Lahat Dihajar Warga

Masih dikatakannya, akibat dari meledaknya jukung tersebut membuat rangka kapal jukung itu menjadi puing-puing yang berserakan di sungai.

“Bahkan saat kejadian rangka kapal jukung yang masih terbakar terbawa arus Sungai Musi sampai ke bawah Ampera hingga mengakibatkan asap hitam mengepul di kawasan Jembatan Ampaera,” ungkapnya.

Terpisah, Region Manager Communication & CSR Pertamina Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf mengatakan, terkait adanya kebakaran kapal jukung di perairan Sungai Musi maka Pertamina memastikan bahwa objek atau jukung yang terbakar bukanlah fasilitas perusahaan.

Menurutnya, info awal yang didapatkan pihaknya jika objek yang terbakar merupakan jukung atau kapal kayu Jasa Mulya. Adapun kronologis sementara yakni kejadian itu terjadi saat jukung atau kapal kayu Jasa Mulya baru saja selesai melakukan pengisian bahan bakar di SPBU terampung dengan nama
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Bunker (SPBB) Sederhana Citra Bersama pada pukul 15.00 WIB.

“Setelah melakukan pengisian sebanyak 2 kilo liter (KL) premium dan 2 KL solar ke dalam drum, jukung atau kapal kayu Jasa Mulya ini mendapati kendala saat melakukan starter hingga terjadi ledakan. Untuk kronologis selengkapnya akan menunggu identifikasi dan hasil investigasi lebih lanjut baik dari tim Pertamina maupun dari instansi terkait,” pungkas Rifky. (ded/ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Pastikan Kembangkan Perkara Nurhadi ke Arah Dugaan TPPU

Jakarta, KoranSN Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nawawi Pomolango memastikan lembaganya bakal mengembangkan perkara …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.