Isteri Toke Kopi Pagaralam: Nyawa Harus Dibayar Nyawa

Lismawati mengamuk dan menangis histeris saat melihat tersangka yang merampok dan membunuh suaminya. (Foto-foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN

Lismawati (40), mengamuk dan menangis histeris saat tersangka Misgianto alias Blewong, Eko Riadi dan Gusti alias Komang melakukan adegan rekonstruksi pembunuhan toke kopi Pagaralam, Darul Kutni (49) yang tak lain suaminya.

Bukan hanya Lismawati, putri korban, Dinda Anugerah (18) juga tampak turut menangis sedih saat melihat jalannya rekonstruksi yang digelar di Lapangan Tembak Mapolda Sumsel, Senin (20/11/2017).

“Nyawa harus dibayar nyawa. Sini Pak Polisi, pinjam pistol nya, aku tembak saja tiga iblis ini, biarlah tidak apa-apa jika saya nanti dipenjara,” kata Lismawati beruraian air mata saat melihat ketiga tersangka.

Karena kesalnya, Lismawati juga tampak menendang kaki tersangka Eko Riadi dan tersangka Gusti alias Komang.

Baca Juga :   KPK Tahan Mantan Anggota DPR Irgan Chairul Mahfiz

“Ngapo kau bunuh suami aku, sadis nian. Kami minta perampok ini dihukum seberat-beratnya, dihukum mati,” ungkapnya.

Sementara putri korban, Dinda Anugerah sembari menangis tampak menenangkan dan memeluk Lismawati.

“Sudahlah Mak (Lismawati), jadilah Mak. Kita ini beragama, biarlah diakhirat nanti mereka dibalas,” ujar Dinda Anugerah sambil menangis.

Sedangkan putra korban, Ahmad Brilian Alam (16), mengungkapkan, saat perampokan terjadi, di dalam rumah hanya ada dirinya, serta Darul Kutni dan Lismawati yang taklain ayah dan ibunya. Sementara untuk kakak perampuannya Dinda Anugerah saat itu sedang berada di Palembang, karena kuliah.

Lismawati geram saat melihat perampok yang membunuh suaminya.

“Saat kejadian perampok itu masuk ke kamar saya, kemudian mereka menodongkan senjata api. Lalu mereka mengikat dan menyekap saya di dalam kamar. Dikarenakan saya diikat maka saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya mendengar suara tembakan dari kamar ayah dan ibu sebanyak tiga kali. Setelah itu saya tidak tahu lagi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Bogel Buronan Begal Wanita Hamil Ditangkap

Masih dikatakannya, jika ia meminta penegak hukum menjatuhkan hukuman yang paling berat kepada para perampok yang telah membunuh ayahnya.

“Para pelakunya harus diberikan hukuman mati. Karena mereka kejam,” tandasnya.

Dikarenakan dalam rekonstruksi tersebut Lismawati mengamuk dan menangis histeris maka peran Lismawati yang sebagai saksi diganti oleh petugas. Setelah itu, rekonstruksi kembali dilajutkan hingga berjalan lancar sampai selesai. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi di PT Asuransi Jasindo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi, terkait jasa konsultasi bisnis …