ITK Sumsel Masih Dibawah Aceh dan Kepulauan Riau

Tri Ratna Dewi. (foto-reigan/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Kepala Bidang Neraca Wilayah Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumsel Tri Ratna Dewi, Senin (6/11/2017) mengatakan, Indeks Tendensi Konsumen (ITK) pada triwulan III tahun 2017, jika melihat kondisi ekonomi konsumen hampir di seluruh Provinsi di pulau Sumatera menurun. Bahkan, dibandingkan dengan kondisi nasional (nilai ITK sebesar 109,42), seluruh nilai ITK Provinsi yang ada di pulau Sumatera masih lebih rendah.

“Nilai ITK Provinsi Sumsel adalah nomor tiga tertinggi setelah Provinsi Aceh dan Kepulauan Riau,” ungkap Ratna.

Ratna menjelaskan, ITK merupakan indikator perkembangan ekonomi konsumen terkini yang dihasilkan Badan Pusat Statistik melalui Survei Tendensi Konsumen (STK). ITK juga merupakan indeks yang menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.

Dilanjutkannya, BPS Sumsel sudah melakukan survei dengan jumlah sampel STK di Sumatera Selatan pada triwulan lII tahun 2017 sebanyak 340 rumah tangga dari total 14.600 rumah tangga sampel pada tingkat nasional. Sedengakan pemilihan sampel dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat.

“Nilai ITK di Provinsi Sumsel pada triwulan III tahun 2017 sebesar 105,35 yang artinya kondisi ekonomi konsumen menurun dibandingkan triwulan ll tahun 2017 (nilai lTK sebesar 114,67). Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat optimisme konsumen mengalami penurunan,” jelasnya.

Ia memprediksi nilai ITK Provinsi Sumsel untuk tiga bulan mendatang (triwulan IV tahun 2017) diperkirakan sebesar 101,08. Hal tersebut berarti kondisi ekonomi dan tingkat optimisme konsumen diprediksi akan menurun.

Baca Juga :   Pemkot Siapkan Rp 5 Miliar, Pembebasan Lahan Rumah Pompa

Dimana, optimisme ditunjukkan oleh besaran indeks triwulan IV 2017 yang jauh lebih rendah jika dibandingkan triwulan III tahun 2017 yang mencapai nilai ITK sebesar 105,35.

“Penurunan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV tahun 2017 ini terjadi karena menurunnya rencana pembelian barang-barang tahan lama, rekreasi dan pesta/hajatan. Indeks rencana pembelian barang tahan lama, rekreasi dan pesta/hajatan diperkirakan hanya mencapai 91,31 sementara indeks pendapatan rumah tangga mendatang diprediksi tetap optimis sebesar 106,65,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel Kampanyekan Pembangunan Zona Integritas

Palembang, KoranSN Kepala Divisi Administrasi Kanwil Kemenkumham Sumsel, Rahmi Widhiyanti yang mewakili Kakanwil Kemenkumham Sumsel …

error: Content is protected !!