Izasi Komitmen Majukan Industri Baja





Asosiasi Indonesia Zinc-Aluminium Steel Industries (Izasi) ketika menggelar kegiatan Halal bi halal. (foto-istimewa)

Palembang, KoranSN

Indonesia Zinc Aluminum Steel Industries (Izasi) berkomitmen untuk memajukan industri baja lapis di Indonesia. Baik dari sisi penambahan kapasitas, inovasi produk, dan peningkatan kualitas melalui standarisasi produk yang sesuai dengan SNI sehingga memberikan jaminan kualitas dan keamanan bagi masyararakat Indonesia. Hal tersebut dikatakan Ketua Umum Izasi, Yan Xu, kemarin.

“Indonesia melihat baja sebagai salah satu industri strategis, dilihat dari peningkatan pertumbuhan industi baja pada 10 tahun terakhir ini, total konsumsi seluruh jenis baja nasional sekitar 12 juta ton per tahun, sementara kapasitas produksi nasional berkisar 50% dari total konsumsi, tentunya ada defisit yang harus dipenuhi dari impor,” ujarnya.

Dikatakannya, solusi kekurangan baja yang terjadi saat ini tentunya tetap harus memikirkan keberlanjutan dari industri baja di dalam negeri, sehingga perlu di pastikan bagian mana dari rantai pasok industri baja yang perlu dilindungi ataupun diberikan kelonggaran untuk bersaing dengan produk impor.

Baca Juga :   Authorized Mi Store Hadir di Palembang

“Sangat penting untuk dapat memastikan bahwa nilai tambah dilakukan di dalam negeri, sehingga dapat menarik lebih banyak lagi investor. Akan tetapi, dalam praktiknya, kami melihat besarnya volume barang impor yang masuk ke pasar Indonesia memperlihatkan adanya kelonggaran dalam pemberian persetujuan impor yang seharusnya melihat penyerapan produk dalam negeri dan besarnya kebutuhan produk mulai dari industri up-stream, mid-stream sampai kepada down-stream dan juga memastikan terjadinya proses nilai tambah didalam dalam negeri,”ujarnya.

Dijelaskannya, urutan proses dari pembuatan baja lapis dimulai dari dari bijih besi diolah menjadi slab, kemudian diproses lebih lanjut menjadi canai panas (Hot Rolled Coil), lalu melalui proses penipisan menjadi baja canai dingin (Cold Roll Coil). Kemudian, baja canai dingin tersebut sebelum bisa digunakan sebagai aplikasi untuk baja ringan, rangka, dinding maupun atap, diberikan nilai tambah dengan melakukan pelapisan alumunium dan seng yang disebut juga sebagai barang jadi. (ima)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Minyak Naik di Sesi Asia Setelah OPEC+ Akan Tinjau Penambahan Pasokan

Melbourne, KoranSN Harga minyak naik di sesi Asia pada perdagangan Jumat (3/12/2021) pagi, memperpanjang kenaikan …