Jabat Menpan-RB, Syafruddin Bantah Titipan JK





Pelantikan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Komjen Pol Syafruddin. (foto-net/vivanews.com)

Jakarta, KoranSN

Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin membantah bahwa dirinya menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi atas titipan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

“Saya tidak tahu. Yang pasti yang memanggil saya adalah Presiden dan saya tidak pernah dititip-titip. Semua pejabat negara tahu tentang saya dan kinerja saya,” ujar Syafruddin di kantor PANRB, Jakarta Selatan, Rabu (15/8).

Ia menegaskan, selama berkarir dan menduduki berbagai jabatan di institusi Kepolisian tidak pernah ada titipan dari orang tertentu.

“Selama perjalanan karier saya di Polri, saya tidak pernah dititip siapa pun. Saya mendapatkan jabatan, karena prestasi saya,” ujarnya.

Kendati begitu, pada hari pertama kerja ini, Syafruddin akan mengumpulkan jajaran untuk bersilaturahmi terlebih dulu dan mendengar langsung mengenai permasalahan apa saja yang belum dikerjakan.

“Ya kumpul dengan staf, bicara dulu, minta masukan staf dulu, biasa gitu dalam jabatan baru,” katanya.

Syafruddin akan melanjutkan program yang sudah dilaksanakan Asman Abnur, serta akan menuntaskan seluruh program yang belum terlaksana. “Semua akan kita kerjakan, akan kita selesaikan, karena waktunya tinggal setahun,” ujarnya.

Kapolri Tunggu Arahan Jokowi

Sementara Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, masih menunggu arahan Presiden Joko Widodo untuk nama wakapolri sebagai pengganti Syafruddin yang dilantik sebagai menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), menggantikan Asman Abnur.

Baca Juga :   Presiden Jokowi Melantik 833 Perwira Remaja TNI dan Polri

“Nanti saya konsultasikan dulu dengan Pak Presiden. Mekanismenya memang begitu,” kata Jenderal Tito, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/8/2018).

Tito mengatakan, pengganti Syafruddin sebagai wakapolri bisa diambil dari jenderal bintang dua atau tiga. Hanya ia mengaku, belum mengantongi nama.

Sejauh ini, Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz, disebut-sebut paling berpeluang. Namun, Tito belum bisa memastikan sebelum mendapatkan arahan dari Jokowi.

“Ya nanti setelah saya konsultasi sama Pak Presiden. Karena memang mekanismenya begitu. Itu hak prerogatif Presiden, setelah menyampaikan dan atas persetujuan Pak Presiden soal jabatan wakapolri,” katanya. (vivanews)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Presiden Jokowi Sampaikan Belasungkawa Wafatnya Presiden Iran

Jakarta, KoranSN Presiden RI Joko Widodo turut berduka cita dan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Presiden …

error: Content is protected !!