Jadi Kurir Ganja, Dua ABG Diringkus

Tampak dua tersangka saat diamankan di Polres Lubuklinggau. (foto-rifat/koransn.com)

Lubuklinggau, KoranSN
Dua anak baru gede (ABG) diringkus aparat kepolisian Sat ResNarkoba Polres Lubuklinggau. Keduanya yakni, Siska (21), warga Lubuk Tanjung, Kecamatan Lubuklinggau Barat I dan Nora (18), warga Sidorejo, Kecamatan Lubuklinggau Barat II diduga kurir dan pemakai narkoba.

Keudanya ditangkap, Selasa (10/10) sekitar pukul 14.00 WIB didekat rel wilayah Kelurahan Mesat Seni, Kecamatan Lubuklinggau Timur II. Dari mereka diamankan barang bukti; satu paket ganja sekitar 8 gram.

“Anggota mendapat informasi adanya transaksi di Mesat,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kasat Narkoba, AKP Ahmad Fauzi.

Mendapat informasi tersebut, anggota menindaklanjutinya di lapangan. Lantas melihat dua tersangka tengah menunggu di tempat kejadian perkara (TKP), lantas saat akan dilakukan penangkapan salah satu tersangka yakni Siska sempat berusaha melarikan diri. Sedangkan rekannya yakni Nora ketika akan ditangkap sempat membuang narkoba jenis ganja.

Baca Juga :   Siagakan Penembak Jitu, Kapolda: Silahkan Kalau Pelaku Begal Mau Mencoba

“Namun keduanya dapat kita ringkus. Satunya (Nora) tidak dapat bergerak apa-apa dan sempat membuang barang bukti ke rel, satunya lagi (Nora) berlari dan ditangkap,” jelas Kasat.

Hasil penangkapan keduanya, ganja tersebut merupakan pesanan salah seorang. Setelah dilakukan pengembangan, Polisi bergerak guna melakukan penangkapan. Namun pemasan tersebut didugga sudah kabur. “Yang mesan lari,” timpalnya.

Sementara itu, tersangka Siska dan Nora mengakui jika ganja itu merupakan pesanan seseorang. Keduanya masing-masing mengaku akan diupah untuk mengambil dan mengantarkan ganja Rp20 ribu. Hal itu dilakukan keduanya lantaran butuh uang.

Pengakuan tersangka Siska, kesehariannya bekerja dikebun kopi. “Kami dapat upah Rp20 ribu satu orang. Kami butuh duit. Jadi dio (DPO) nelpon minta diambilin ganja. Terus diambilin dan saat akan diantar, keburu ditangkap,” ungkapnya.

Sedangkan Nora mengaku hal yang sama. Nora mengaku kesehariannya bekerja sebagai biduan. Dikarenakan job sebagai biduan tengah sepi sehingga dirinya butuh uang. “Butuh uang jadi ngambil pesanan. Diupah Rp 20 ribu,” jelasnya.

Baca Juga :   KPK Panggil Tiga Pensiunan TNI AD Saksi Kasus PT DI

Selain itu, keduanya juga mengaku pemakai sabu. “Aku (Siska) sama Nora kadang sebelum ke pesta, nyabu dulu,” kata Siska.

Lanjutnya, jika ia jarang memakai sabu. “Makai kadang kalau menemani Nora. Sebab dia kan di panggung sebagai biduan. Kejadian ini buat kami menyesal Pak. Kami cuman ngambil ganja karena ada yang pesan. Diupah Rp20 ribu,” ujarnya. (rif)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Konstruksi Perkara Staf Khusus dan Sespri Edhy Prabowo

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan konstruksi perkara Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan …