Jadi Saksi Terdakwa Alex Noerdin: Eddy & Ishak Mekki Ngaku Tak Pernah Dimintai Pertimbangan Kebijakan Soal PDPDE

Eddy Yusuf, Ishak Mekki dan Robert Heri saat menjadi saksi terdakwa Alex Noerdin di Pengadilan Tipikor Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Eddy Yusuf Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel Periode 2008-2013 dan Ishak Mekki Wagub Sumsel Periode 2014-2018, Kamis (10/2/2022) menjadi saksi Alex Noerdin mantan Gubernur Sumsel yang merupakan terdakwa dugaan kasus korupsi pembelian gas bumi oleh BUMD Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumsel tahun 2010-2019 di Pengadilan Tipikor Palembang.

Di persidangan, Eddy Yusuf mengatakan, jika jabatan Wakil Gubernur juga merupakan Ketua Badan Pengawas BUMD PDPDE Sumsel.

Baca Juga :   Jaringan Perdagangan Harimau Sumatera Ditangkap Polisi

“Selama menjabat sebagai Wagub dan Ketua Badang Pengawas BUMD, saya tidak pernah dimintai pertimbangan kebijakan, karena harusnya Badan Pengawas kan dimintai petimbangan terkait PDPDE Sumsel tersebut. Bukan hanya itu saya juga tidak tahu kalau ternyata ada perusahaan patungan antara PDPDE Sumsel dan PT DKLN hingga terbentuk PDPDE Gas,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, jika kala itu yang ada hanyalah laporan pekerjaan rutin biasa yang diterimanya dari anggota Badan Pengawas BUMD, yakni Staf Biro Hukum dan Otonomi serta Biro Perekonomian.

Baca Juga :   Hakim Diminta Miliki Integritas Tinggi Berantas Korupsi

“Hanya laporan rutin biasa, kemudian saya baca lalu saya teruskan kembali kepada Pak Gubernur (terdakwa Alex Noerdin),” katanya.

Menurutnya, sebagai Ketua Badan Pengawas BUMD dirinya tidak memeliki wewenang, sebab semuanya langsung dilakukan oleh gubernur. HALAMAN SELANJUTNYA>>



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kejari Palembang Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Pakaian Batik

Palembang, KoranSN Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, Rabu …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!