Jaksa Hentikan Penuntutan Tersangka Penganiayaan Karena Salah Paham Antara Bibi dan Keponakan









Masih dikatakannya, adapun alasan penyelesaian perkara di luar pengadilan berdasarkan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice karena korban dan tersangka sepakat untuk berdamai, tersangka telah mengakui kesalahanya dan telah meminta maaf kepada korban serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan ancaman pidana tidak lebih dari 5 tahun.
“Selain itu yang terpenting adanya dukungan dari masyarakat untuk berdamai. Kemudian ekspose tersebut berdasarkan Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum yang diwakili oleh Direktur Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum menyetujui penyelesaian perkara di luar pengadilan berdasarkan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restorative tersebut telah disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum), sebagaimana Peraturan Jaksa Agung Nomor 15 tahun 2020. (ded)
Baca Juga :   KPK Undang Polda Metro Jaya Koordinasi Penanganan Dugaan Pemerasan

 

 

 

 

 

 

 

 

 











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan IRT Setelah Enam Tahun Ditutupi Pelaku

Makassar, KoranSN Jajaran Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu rumah tangga berinisial …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!