Jaksa Hentikan Penuntutan Tersangka Penganiayaan Karena Salah Paham Antara Bibi dan Keponakan



Foto Kasi Penkum Kejati Sumsel untuk hal 10 tentang berita penganiayaan (Foto-dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

 Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Sumsel, Vanny Yulia Eka Sari SH MH, Kamis (7/11/2023) mengatakan, Kejari PALI melakukan penghentian proses penuntutan perkara penganiayaan karena salah paham antara bibi dan keponakan dengan tersangka MN dan korban YS.

Penghentian penuntutan kepada tersangka tersebut berdasarkan Restorative Justice (RJ). Dimana sebelumnya pada Selasa 5 Desember 2023 telah dilaksanakan penegakan hukum berorientasi pada penegakan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice.

Dalam Restorative Justice ini, Kajari PALI Agung Arifianto SH MH didampingi Kasi Bidang Tindak Pidana Umum MA Qadri SH MH dan Jaksa Penuntut Umum Sendy Marita SH dengan dipimpin Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Sumsel, Herry Ahmad Pribadi SH MH melaksanakan

Baca Juga :   Tersangka Penggelapan Sepeda Motor Diringkus Polisi

ekspose perkara terkait penyelesaian perkara di luar pengadilan berdasarkan Keadilan Restoratif atau Restorative Justice dalam penangan perkara dengan terangka MN secara virtual di Aula Kejari PALI kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum, yang diwakili oleh Direktur Orang dan Harta Benda pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Nanang Ibrahim Soleh SH MH. HALAMAN SELANJUTNYA>>



Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Polres Cianjur Ungkap Kasus Pembakaran Mobil Caleg

Cianjur, KoranSN Kepolisian Resor Cianjur, Jawa Barat, mengungkapkan, Kepala Desa Mentengsari, Kecamatan Cikalongkulon berinisial S …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!