Jangan Remehkan Telinga Berdenging,Bisa Jadi Pertanda Serius



Ilustrasi. (foto-net)

Jakarta, KoranSN

Telinga adalah salah satu organ penting yang berfungsi sebagai penangkap suara, sekaligus sebagai salah satu organ penyeimbang fungsi tubuh. Karenanya penting menjaga kesehatan telinga.

Namun, kebiasaan mendengar musik dengan volume keras atau faktor kebisingan juga polusi suara di sekitar kita yang sulit dikontrol dapat menyebabkan kerusakan pendengaran atau telinga berdenging.

Telinga berdenging dalam dunia medis dikenal dengan tinnitus. Kondisi berdenging berbeda dengan berdengung.

Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) dr Syahrial MH, SpTHT-KL(K) menyebutkan bahwa, kondisi ini harus bisa dibedakan.

“Berdengung volumenya lebih rendah dari berdenging. Berdenging itu volumenya melengking. Letaknya juga berbeda. Berdengung itu berasal dari luar telinga, sedangkan berdenging itu asalnya biasanya dari dalam telinga, atau respons dari koklea akibat paparan suara bising,” ujarnya dalam tayangan AYO HIDUP SEHAT tvOne Rabu 28 Februari 2018.

Tinnitus terjadi karena rusaknya saraf yang menerima respons ke otak.

Baca Juga :   5 Program Diet Terbaik yang Bakal Populer di 2019

“Koklea atau rumah siput mengandung saraf pendengaran yang menerima bunyi dan dialirkan ke otak.”

Lebih lanjut ia menyebutkan beberapa hal penyebab terjadinya telinga berdenging.

“Penyebab utamanya adalah trauma yang dialami koklea akibat paparan bising atau bunyi yang terlalu keras, bisa dalam durasi tertentu tergantung jumlah desibel suara yang didengarkan,” ujarnya.

Tinnitus juga bisa terjadi pada orang-orang yang bekerja di tempat tertentu yang rentan paparan bising seperti di pabrik atau diskotek.

“Trauma bisa terjadi jika desibel suaranya tinggi kalau 80-90 desibel, telinga mampu mendengar dalam paparan maksimal selama 2 jam. memang harus diukur, apalagi pada kadar desibel yang tinggi seperti 90 sampai di atas 100 itu paling lama 15 menit.”

Terlebih lagi, Syahrial mengingatkan orang-orang yang hobi mendengarkan musik dengan volume keras, yang umumnya dilakukan generasi muda.

Baca Juga :   Kenali Penyebab Cegukan dan Kiat Mengatasinya

“Itu jangka panjang sangat berbahaya. Apalagi jika paparannya terjadi setiap hari, hingga waktu tidur juga masih dengarkan musik, ini sering dialami kids zaman now sampai generasi milenial,” ujarnya.

Jika telinga berdenging apa yang harus dilakukan?

Telinga berdenging adalah salah satu tanda bahwa telinga tidak kuat menahan paparan volume tertentu.

“Sebaiknya langsung hentikan kegiatan yang berhubungan dengan paparan suara keras. Biarkan telinga beristirahat selama 1 jam berjeda.”

Jika denging tak kunjung hilang, bahkan hingga beberapa hari, Syahrial mengungkapkan untuk segera memeriksakan ke dokter. Menurutnya kondisi itu bisa terkait gejala penyakit serius.

“Penyakit seperti kardiovaskular, diabetes, dan bahkan tumor juga mengeluarkan gejala tinnitus. Berdenging yang berlangsung lama bisa saja gejala berlangsung seumur hidup, sehingga pasien harus menjalani retraining terapi. Sebaiknya segera ke dokter kalau sudah berlangsung lama harus segera diperiksakan,” tutupnya. (viva.co.id)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkes Terbitkan SE Wajib Vaksinasi Meningitis Bagi Jamaah Umrah

Jakarta, KoranSN Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/A/3717/2024 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Meningitis …

    error: Content is protected !!