Jaringan Anti Korupsi Bisa Berantas Pungli

Suasana seminar yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kecamatan Talang Ubi. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama di pelayanan publik mengenai praktek Pengutan Liar (Pungli), maka dibuatlah jaringan masyarakat anti korupsi.

Untuk memperkuat jaringan anti korupsi itu maka Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar seminar penguatan jaringan masyarakat anti korupsi di Gedung Serba Guna Kecamatan Talang Ubi, kemarin (28/11/2018).

Kepala Kejari PALI, Hj. Yunitha Arifin SH MH mengatakan, dengan adanya seminar tersebut maka akan memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama pada pelayanan publik.

Untuk itu, diundanglah Dinas Perhubungan (Dishub), Sat Pol PP, Dinas Pendidikan (Disdik) dan Kepala Desa (Kades), karena saat bertugas masih banyak ditemukan berbagai macam Pungli.

“Jadi dengan mengundang mereka kita akan berusaha membuat jaringan anti korupsi khususnya dalam upaya pemberantasan Pungli-Pungli yang ada,” kata Yunitha disela-sela seminar.

Baca Juga :   Cegah Covid-19, PDI Perjuangan OI Bagikan 3000 Botol Hand Sanitizer

Dituturkannya, dirinya sering mendapat laporan di lapangan baik disektor publik misalnya pembangunan-pembangunan di desa selalu dimintai anggaran yang harus dikeluarkan saat menjalankan sebuah proyek.

“Nah, hal itu sudah termasuk Pungli. Jadi dengan pemahaman itu, maka masyarakat mengetahui jika Pungli itu diatur dan diancam dengan hukuman,” tuturnya.

Sementara untuk pengawasan dana desa, supaya tidak terjadi penyimpangan, Yunitha menjelaskan, jika dari awal pihaknya sudah menyampaikan kepada Kades-Kades kalau dari Kejaksaan mempunyai tim untuk melakukan pengawasan.

“Kita sudah mengumpulkan para Kades di Kabupaten PALI ini dan mensosialisasikan tentang tugas dari tim itu. Yang pasti, kedepan kita akan lebih aktif lagi mengawal dana desa itu,” jelasnya.

Baca Juga :   Pengganti (Alm) Marta Dinata Masih Menunggu Keputusan PDI Perjuangan

Menurutnya, dengan lebih aktif melakukan pengawalan, maka akan bisa memperbaiki sistem yang ada. Baik sistem pelayanan, infrastuktur pelayanan, Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan integritas.

“Itu juga bisa membangun sistem ke arah reformasi birokrasi yang mengarah ke pelayanan publik, supaya lebih baik lagi,” pungkasnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Kawal Pasokan di Lahat, Pertamina Kembali Salurkan 4.520 Tabung LPG 3 Kg Serentak di 18 Titik

Lahat, KoranSN PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel melakukan berbagai upaya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.