Jatanras Polda Sumsel Terus Buru Otak Perampokan Driver Taksi Online

Franata Ariwibowo alias Fran dan Acundra alias Acun (diborgol) dua tersangka perampokan dan pembunuhan korban Sofyan saat digiring pihak kepolisian Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel hingga kini masih terus memburu pelaku Akbar yang merupakan otak kasus perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan (47). Demikian dikatakan Kasubdit Jatanras Polda Sumsel, AKBP Yudhi Suhariyadi, Kamis (22/11/2018).

Menurutnya, dalam kasus ini pihaknya telah berhasil mengamankan tiga tersangka dari empat pelaku, mereka yakni; tersangka Ridwan alias Rido (42), warga Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, yang merupakan pelaku pertama kali ditangkap. Kemudian dua pelaku yang menyerahkan diri, mereka yakni; Franata Ariwibowo alias Fran (18), warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo dan Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara.

“Untuk itu saat ini tinggal pelaku Akbar yang masih dalam pengejaran kami,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, dengan belum tertangkapnya pelaku Akbar dari itulah hingga saat ini Tim Jatanras Polda Sumsel masih di lapangan melakukan pengejaran.

“Jadi, Akbar ini masih kami kejar, dan dia masih terus berlari. Untuk itulah kami masih terus memburunya,” tandasnya.

Diketahui, dalam kasus ini pelaku Akbar, Ridwan, Acun dan Fran merampok dan membunuh korban di pinggir jalan Simpang Bandara Palembang. Dimana saat itu mobil yang kendarai korban baru tiba di lokasi tujuan, yang sebelumnya mengantar para pelaku dari kawasan Km 5 Palembang.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, sebelumnya mengungkapkan, untuk pelaku Akbar yang belum tertangkap saat ini terdektesi masih berada di wilayah Sumsel.

“Akbar ini otaknya dan dia masih belum tertangkap. Keberadaannya saat ini terdektesi masih di Sumsel, mudah-mudahan Akbar tidak menyerahkan diri, biarkan saja dia berlari hingga saat tertangkap nanti dia dapat kami sikat beneran,” tegas Kapolda.

Diungkapkan Kapolda, dalam kasus ini sebelum para pelaku merampok dan membunuh korban Sofyan. Diketahui jika keempat pelaku sempat merencanakan lima aksi perampokan. Namun kelima perampokan tersebut, semuanya gagal. Adapun lima aksi perampokan yang gagal dilakukan para pelaku tersebut diantaranya; perampokan yang dilakukan di rumah ayah angkat pelaku Akbar di Lubuklinggau, perampokan sopir travel serta perampokan driver taksi online lainnya selain korban Sofyan.

Baca Juga :   Usai Pesta Miras Oplosan, Warga SU I & Kertapati Tewas

“Jadi sebelum merampok dan membunuh korban Sofyan di Palembang, para pelaku ini juga sempat melakukan lima aksi perampokan, dan itu semua ada laporan kepolisiannya. Ada beberapa hal hingga aksi para pelaku ini gagal, salah satunya seperti; saat para pelaku hendak merampok taksi online lainnya selain korban Sofyan. Dimana saat keempat pelaku ini naik ke dalam mobil, ternyata sopir taksi online tersebut mengajak temannya duduk disebelahnya, teman sopir online ini tubuhnya besar dan tegap.

Sehingga keempat palaku takut melakukan perampokan hingga aksi mereka gagal,” ungkap Kapolda.

Masih dikatakan Kapolda, namun setelah lima kali aksi perampokan tersebut gagal akhirnya keempat pelaku berhasil merampok dan membunuh korban Sofyan.

“Dari itu kami menilai jika aksi perampokan yang dilakukan oleh pelaku Akbar, Ridwan, Acun dan Fran ini sudah direncanakan mereka dengan sebaik mungkin,” tandas Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (20/11/2018) pihak kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel telah menggelar rekonstruksi kasus perampokan dan pembunuhan Sofyan di Lapangan Tembak Mapolda Sumsel.

Dalam rekonstruksi tersebut, sebanyak 18 adegan diperagakan oleh tersangka Acun dan Fran. Sementara untuk tersangka Ridwan perannya digantikan oleh peran pengganti dari pihak kepolisian lantaran Ridawan saat ini menjalani perawatan medis atas luka tembak di kedua kakinya.

Tampak dalam rekonstruksi tersebut, korban Sofyan tewas setelah dibunuh secara sadis oleh pelaku Akbar, Ridwan, Acun dan Fran yang merupakan penumpang korban. Dalam adegan rekonstruksi juga terlihat jika pembunuhan korban bermula saat tersangka Acun yang duduk di jok tengah mobil tepat di belakang korban, mencekik leher Sofyan menggunakan tangan kanannya yang ditekukan, sementara pelaku Akbar, Ridwan dan Fran memegangi kedua tangan koban.

Baca Juga :   Belasan Perempuan di Prabumulih Terjaring Razia Tempat Hiburan Malam

Setelah korban lemas dicekik oleh Acun, giliran tersangka Fran mencekik leher korban hingga korban pingsan. Kemudian para tersangka menarik korban dan meletakan tubuh korban di lantai mobil, tepatnya di dekat jok tengah mobil. Saat itulah pelaku Ridwan menginjak-injak kepala dan leher korban hingga korbanpun tewas.

Terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Menindaklanjuti laporan korban kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan (42) berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi.

Kemudian pada Kamis malam (15/11/2018), pelaku Fran dan Acun menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Selain itu dalam kasus ini, Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis minibus warna hitam milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang (16/11/2018) tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pengelola Saham Jiwasraya Heru Hidayat Divonis Penjara Seumur Hidup

Jakarta, KoranSN Pemilik Maxima Grup, Heru Hidayat divonis penjara seumur hidup karena terbukti melakukan korupsi …