Jelang Asian Games, Harusnya Sungai Musi Dibersihkan

logo-asian-games-2018

DAPAT dikatakan Sungai Musi saat ini kotor. Hal ini ditandai dengan banyaknya sampah, enceng gondok, dan warna air sungai yang coklat. Padahal ikon Kota Palembang seringkali dibanggakan sebagai tempat tujuan wisata.

Apalagi nanti saat perhelatan Asian Games 2018 digelar, sungai terbesar di Sumsel ini tentu akan dijadikan tempat wisata alam. Tapi bagaimana mau berwisata dengan nyaman, kalau aroma sungai tak enak, banyak sampah plastik, warna sungai hitam kecoklatan, dan banyak enceng gondek yang  tergenang.

Padahal di masa lampau diketahui dari beberapa literatur, menyusuri Sungai Musi aktivitas yang sangat menyenangkan, menyusuri Sungai Musi dan melihat anak sungai Musi menjadi kenangan yang tak terlupakan. Airnya yang jernih, tak dangkal hingga semua kapal dapat leluasa  berlayar, dan bebas sampah. Aliran air dari  anak-anak sungai yang lancar dan tak ada limbah, membuat siapa saja yang menyusuri sungai terpanjang di Provinsi Sumsel ini menjadi tak bosan.

Kondisi saat ini sebaliknya, memang banyak aktivitas wisata yang digalakkan, tetapi sungai terbesar di Sumsel, tak bersih dan airnya keruh.

Baca Juga :   Mengerikan, Lingkaran Korupsi di Daerah Makin Ganas

Menjelang Asian Games 2018 masih banyak waktu bagi Pemrov Sumsel dan Pemkot Palembang untuk melakukan gerakan bersih-bersih Sungai Musi. Karena akan sangat malu bagi kita warga Kota Palembang, saat  ribuan tamu dari luar negeri datang, yang dilihat adalah sungai yang kotor.

Saat ini Sungai Musi makin dangkal akibat pengaruh musim kemarau, sehingga terjadi  penyempitan pelayaran bagi kapal-kapal yang melewati perairan sungai tersebut. Banyak sampah dan hal yang kesannya jorok membuat orang enggan untuk berlama-lama di sekitar sungai, apalagi  untuk  berwisata menyusurinya.

Kemudian yang  membuat makin memprihatinkan, Sungai Musi dari penglihatan secara umum warnanya sangat coklat, ini menandakan air yang tak bersih. Penyebabnya bisa jadi karena limbah dan pengaruh dari lumpur atau tingginya sedimentasi.

Makin  lengkap kondisi tak enak tersebut,  di musim  kemarau seperti  sekarang ini, air sungai yang hitam dan bau, di sekitar sungai banyak sampah dan  tentu saja enceng gondok yang tak pernah habis.

Baca Juga :   Mengapa Saat Musim Hujan, Bencana dan Penyakit Datang?

Lebih parah, badan sungai makin sempit karena serakahnya warga yang terus melakukan penimbunan.

Sungai Musi  yang makin kotor tak lepas dari lemahnya kontrol pemerintah selama ini. Selama ini menjaga sungai tersebut selalu didengungkan, tetapi nyatnya kondisi sungai makin parah.

Di banyak negara dimana  sungai berada di pusat kota, semuanya dijadikan aset wisata. Begitupun Pemkot Palembang sudah melakukan ini. Tetapi yang belum dilakukan menjadikan  sungai ini bersih dan layak dijadikan tempat wisata. Apa yang dilakukan selama ini kan sangat timpang upaya menjadikan Sungai Musi sebagai objek wisata, tak dibarengi dengan memelihara kelestariannya. Nah ini, pesta akbar olahraga asia tenggara akan  segera dimulai. Hendaknya semua perangkat Pemkot Palembang bergerak untuk melakukan pembersihan.

Memang faktor utama yang menyebabkan sungai makin kotor adalah banyaknya kotoran manusia atau hewan yang dibuang ke sungai kebanggaan masyarakat Kota Palembang ini. (***)



Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

Kapal Pengangkut Batubara Tabrak Plaza Dermaga 7 Ulu

Palembang, KoranSN Sebuah kapal tongkang pengangkut batubara menabrak Plaza Dermaga 7 Ulu, Kota Palembang, menyebabkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!