Jelang Pelantikan HDMY, Pengamat: Realisasikan Janji Kampanye dan Jangan Ada Dendam Politik!





Bagindo Togar. (foto-istimewa)

Palembang, KoranSN

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih, Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) akan dilantik oleh Presiden RI Joko Widodo, di Istana Negara Jakarta, Senin (1/10/2018). Pengamat Sosial dan Politik Sumsel, Bagindo Togar Butar-butar mengingatkan, keduanya untuk segera merealisasikan janji kampanye yang dicetuskan ke masyarakat, dan jangan menyimpan dendam politik.

Dikatakan Bagindo, tim transisi dan sinkronisasi yang sudah dibentuk harus dengan cepat memberikan masukan apa yang akan dijalankan oleh pemerintahan yang baru dan apa saja yang masih bisa dilanjutkan dari pemerintahan sebelumnya. Itu akan menjadi acuan untuk HDMY menjalankan program kerja 100 hari usai dilantik.

“Jadi, dalam program kerja 100 hari itu, harus ada quick win, artinya ada sesuatu yang cepat berubah, misal jalur khusus batubara, itu kan sudah dijanjikan saat kampanye yang disampaikan HDMY, dan itu harus direalisasikan,” ujarnya.

Baca Juga :   Hj RA Anita Noeringhati Support Pengrajin Sumsel

“Kemudian tidak boleh ada dendam, dalam artian, itu kan (dendam) konteksnya negatif, mulailah dengan hal yang positif, supaya efektivitas pembangunan kedepan itu tidak mengalami hambatan. Jadi, kinerja pemerintah akan kelihatan, tapi kalau diawali dengan upaya secara subjektif, ingin menjudge pemerintah lama itu buruk, ini akan menghambat pembangunan kedepan,” ungkap Bagindo.

Kalaupun ingin menjudge pemerintahan yang lama kata Bagindo, hal itu sah-sah saja, selagi melalui metode evaluasi yang dilakukan oleh lembaga khusus dan ada parameternya.

“Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel terpilih juga harus mengajak DPRD, agar memberikan rumusan per tahun hingga jangka panjang, karena pemerintahan itu sifatnya kolektif kolegial, bukan hanya milik elit atau orang-orang tertentu,” ujarnya.

Ketua Forum Demokrasi Sriwijaya ini menambahkan, pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih harus mengakomodir kepentingan seluruh daerah di Sumsel, dan tidak membeda-bedakannya.

Baca Juga :   Roadmap KTR Segera Dibentuk, Merokok Sembarangan Disanksi

“Kedepan, Sumsel harus zero hole untuk infrastruktur jalan, dan drainase di sekeliling provinsi juga harus dibenahi, karena ini berimbas besar, salah satunya membuat jalan gampang rusak sebagai akibat drainase yang buruk,” kata Bagindo mengingatkan.

“Dan jangan lagi berpikir konsep pembangunan yang hedonis, pembangunan yang sifatnya monumental, itu dikurangi, yang penting kedepan, fokus ke kesehatan, pendidikan dan keamanan serta stabilitas harga, baik di bidang pertanian, peternakan dan lainnya,” pungkas Bagindo. (awj)





Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

HD Minta IIDI Jadi Mitra Pemprov Sumsel Dalam Menurunkan Angka Stunting

Palembang, KoranSN Upaya penurunan angka stunting di Provinsi Sumsel masih menjadi pekerjaan rumah bagi Gubernur …

error: Content is protected !!