Jembatan Rantau Bayur Dibangun Tahun Ini

Gubernur H Herman Deru bersama Bupati Banyuasin H Askolani saat membahas kelanjutan pembangunan Jembatan Rantau Bayur di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur. (foto-humas pemkab banyuasin)

Palembang, KoranSN

Kelanjutan pembangunan Jembatan Rantau Bayur yang terletak di Dusun Pengumbuk Desa Tebing Abang Kecamatan Rantau Bayur Kabupaten Banyuasin, tetap dilaksanakan tahun 2020 ini.

Hal tersebut terungkap saat pertemuan Gubernur Herman Deru dan Bupati Banyuasin, H Askolani.

“Jembatan Rantau Bayur tetap kita bangun tahun 2020 ini,” tegas Gubernur Herman Deru disaat Bupati Banyuasin H Askolani melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Sumsel, Rabu (24/6/2020).

Dimana Bupati Askolani sebelumnya mengingatkan Gubernur Herman Deru, bahwa rencana pembangunan Jembatan Rantau Bayur termasuk pembangunan 22 dermaga, pengecoran Jalan Merah Mata-Mata Merah, dan Jalan Tegal Binangun Kelurahan Jakabaring Selatan sudah disampaikan kepada masyarakat, dan masyarakat sudah menanyakan kapan pembangunannya di mulai.

Diterangkan Deru, jika dirinya sudah beberapa kali melihat kondisi jembatan dan areal pertanian Kecamatan Rantau Bayur yang masih sangat alami dan berpotensi untuk dikembangkan.

“Saya naik helikopter milihat Kecamatan Rantau Bayur dari udara, areal sawahnya masih sangat alami dan Jembatan Rantau Bayur tahun ini kita bangun,” katanya.

Seperti diketahui, dari Audiensi Bupati Banyuasin H Askolani dengan Gubernur Sumsel Herman Deru pada Senin 16 Maret 2020 lalu, usulan pembangunan yang didukung gubernur dan dibiayai dana bantuan Gubernur Provinsi Sumsel tersebut mencapai Rp 149 Miliar. Bahkan dari pembicaraan antara Bupati Askolani dengan Gubernur Herman Deru, tidak menutup kemungkinan akan terus bertambah.

Sejumlah usulan pembangunan yang disokong Dana Bangub tersebut, diantaranya penyelesaian pembangunan Jembatan Rantau Bayur dengan nilai sekitar Rp 60 miliar, pembangunan 22 dermaga di 11 kecamatan Rp 4,5 miliar, pembangunan jalan poros Tegal Binangun Kelurahan Jakabaring Selatan Kecamatan Rambutan Rp 10 miliar, pembangunan jalan poros Merah Mata menuju Mata Merah Rp 10 miliar, pembangunan Jembatan Panca Desa Rp 3 Miliar.

Baca Juga :   Feby Latih Puluhan Kader PKK Sumsel Teknik Ecoprint

Kemudian, pembangunan pipa distribusi PDAM Tirta Betuah Unit Pangkalan Balai Rp 1,5 miliar, pembangunan jembatan penghubung antara Air Sugihan OKI dengan Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin senilai Rp 60 miliar, rehab ruang kelas sekolah dasar dan rehab distribusi air bersih PDAM Kenten Laut.

Diterangkan Bupati Askolani, adanya dana bantuan gubernur ini maka sejumlah proyek pembangunan akan selesai, seperti Jembatan Rantau Bayur yang sudah sejak tahun 2008 lalu akan diselesaikan tahun ini dengan anggaran sekitar Rp 60 miliar. Artinya, tahun 2021 jembatan ini sudah bisa dilintasi masyarakat.

“Pak Gubernur bantu Rp 60 miliar untuk penyelesaian tiang, lantai jembatan, dan Pak Menteri PUPR bantu rangka bajanya dengan kisaran biaya Rp 30 miliar. Insyaallah, persoalan Jembatan Rantau Bayur selesai,” katanya.

Kemudian untuk 22 dermaga yang akan dibangun semuanya di wilayah perairan bertujuan guna mempermudah transportasi masyarakat, di samping Pemkab Banyuasin juga terus melakukan pembangunan jalan poros untuk membuka keterisolasian.

“22 dermaga dengan biaya Rp 200 juta per dermaga ini terletak di Kecamatan Makartijaya 3 Dermaga, Kecamatan Air Saleh 4 Dermaga, Kecamatan Muara Sugihan 3 Dermaga, Kecamatan Muara Telang 2 Dermaga, Kecamatan Sumber Marga Telang 1 Dermaga, Kecamatan Muara Padang 2 Dermaga, Kecamatan Karang Agung Ilir 2 Dermaga, Kecamatan Air Kumbang 1 Dermaga, Kecamatan Pulau Rimau 1 Dermaga, Kecamatan Selat Penuguan 1 Dermaga, dan Kecamatan Banyuasin II 2 Dermaga,” terangnya.

Begitu juga dengan dua jalan poros Merah Mata menuju Mata Merah Kecamatan Banyuasin I, dan jalan poros Tegal Binangun Kecamatan Rambutan yang masing-masing dibantu Rp 10 milyar dan tahun ini juga dikerjakan.

Baca Juga :   Pasar 16 Gencar Lakukan Sosialisasi Kebersihan Lingkungan

“Dua jalan poros ini memang kondisinya rusak berat, dan Alhamdulillah, ketika kita usulkan dibantu oleh Pak Gubernur,” kata Askolani.

Lanjutnya, banyak lagi yang mendapat respon positif dari Gubernur Herman Deru, seperti jembatan penghubung antara Banyuasin dengan OKI yang mana nantinya Pemkab Banyuasin akan melakukan pembebasan lahannya sedangkan gubernur yang membangun jembatannya. Termasuk, persoalan ruang sekolah dan PDAM Tirta Betuah.

“Kita Banyuasin tidak memiliki biaya yang cukup, sementara persoalan banyak sekali, maka saya tidak malu untuk mengaduh ke Pak Gubernur dan ke Pak Presiden Jokowi karena Banyuasin ini bagian dari Provinsi Sumsel dan bagian dari NKRI. Artinya, Banyuasin harus menjadi perhatian mereka. Dan Alhamdulillah, baik Pak Presiden maupun Pak Gubernur sangat responsif untuk membantu kami dalam upaya mewujudkan Banyuasin Bangkit Adil Sejahtera ini,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan, jika ia sangat menyambut baik langka Bupati Banyuasin, H Askolani dalam melakukan pembangunan di Kabupaten Banyuasin. Dirinya sangat memahami berbagai persoalan infrastruktur yang sangat menyukitkan masyarakat.

“Kita bantu Pak Bupati, karena saya tahu betul kondisi kerusakan infrastruktur sangat menyulitkan sekali entah itu jalan, jembatan, air bersih dan persoalan lainnya,” terangnya.

Jembatan Rantau Bayur misalnya jelas Gubernur, Pemkab Banyuasin sudah tidak mampu lagi membiayainya untuk menyelesaikan pembangunannya maka dari itu dibantu.

Jembatan ini sesuai dengan penjelasan Bupati Askolani, dapat membuka akses transportasi ke Kabupaten PALI dan Muara Enim hingga menghemat rentang jarak Muara Enim menuju Palembang sekitar 55 Km. Artinya, keberadaan jembatan ini sangat strategis sekali untuk membuka sentra perekonomian baru bagi masyarakat. (sir)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

496 ASN dan Non ASN Pemkot Palembang Kantongi Id Card e- Money

Palembang, KoranSN Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dalam penerapan gerakan uang non tunai, bukan isapan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.