Jepang Tertarik Kelola Sampah di Palembang

Kunjungan Tim JESC (Japan environment Sanitation Centre) Mr. Hideki Minamikawa dan Mantan Wakil Menteri Lingkungan Hidup Jepang.

Palembang, SN
Setelah beberapa waktu yang lalu negara Jerman berniat membantu Kota Palembang dalam mengelolah sampah, kini Negeri Sakura (Jepang) juga tertarik untuk mengelola sampah di Kota Palembang. Bantuan pengelolaan sampah ini nantinya akan diberikan melalui Japan Enviromental Sanitation Center (JESC).

“Ya, Kota Palembang nantinya akan mendapatkan bantuan pengelolaan sampah yang saat ini masih dinilai bermasalah,” kata Pelaksana tugas (Plt) Walikota Palembang Harnojoyo, Kamis (9/7).

Dijelaskannya, kedatangan tim Jepang ini tujuannya untuk membantu Pemkot Palembang melakukan pengelolaan sampah melalui teknologi Incenerator yang sudah dipakai lebih dulu oleh kota Yokaici di Jepang. “JESC merupakan organisasi lingkungan hidup di Jepang, yang telah berhasil menjadikan Kota Yokaici di Jepang, menjadi lebih bersih,” terangnya.

Ia juga menerangkan, hubungan Kota Palembang dengan JESC ini sudah lama terjalin, karena itu mereka sangat berminat membantu serta berbagi ilmu ke Pemkot Palembang. “Presiden JESC yang merupakan mantan wakil Menteri Lingkungan Hidup di Jepang, sangat berkeinginan menjadikan Kota Palembang lebih bersih, seperti yang pernah dilakukannya pada Kota Yokaici,” jelasnya.

Dalam waktu dekat, sambung Harnojoyo, pihak Jepang tersebut akan melakukan studi kelayakan, setelah itu pihak Jepang tersebut akan memberikan bantuan baik berupa materil maupun non materil untuk mengatasi masalah sampah yang ada di Kota Palembang saat ini.

“Berdasarkan struktur dan sosial masyarakatnya, mereka menilai Kota Palembang ini hampir sama dengan Kota Yokaici. Karena itu, dengan pengalaman yang sudah dilakukan di Kota Yokaici, mereka merasa yakin mampu mengatasi permasalahan sampah di Kota Palembang, kurang dari 50 tahun.

Baca Juga :   Sepanjang 2017, Polresta Hanya Tangani 2 Kasus Korupsi

“Pengelolaan sampah di Kota Yokaici ini membutuhkan waktu hampir 50 tahun, namun dengan pengalaman mereka selama ini dan dibantu dengan teknologi kami rasa mampu mengatasi permasalahan sampah di Kota Palembang kurang dari 50 tahun,” ujarnya.

Dirinya berharap, masalah sanitasi sampah di Kota Palembang dapat lebih baik. Upaya menjadikan kota Palembang bersih dan berwawasan lingkungan, akan dapat terwujud. “Kami juga berharap agar kedepan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah serta mengelola sampah semakin berkembang, sehingga Kota Palembang akan lebih bersih,” tandasnya.

Sementara itu, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang membantu kerjasama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang dengan Japan Enviromental Sanitation Center (JESC) dalam pengkajian sanitasi sampah yang akan dikembangkan dengan teknologi Incenerator, memastikan kerjasama yang terjadi murni bantuan dari Pemerintah Jepang melalui JESC.

Tim lokal BPPT, Irhan Febianto juga menambahkan, dengan kerjasama ini, pendanaan pengelolaan sampah di Kota Palembang 50 persennya berasal dari Negara Jepang, 30 persen dari pengusaha ataupun swasta di Jepang, serta 20 persen berasal dari pihak swasta lokal Indonesia yang mendukung program sanitasi sampah di Kota Palembang.

“Teknologi yang akan dipakai di Indonesia ini nantinya menggunakan teknologi baru yang belum pernah digunakan sebelumnya yaitu rotary boiler,” katanya.

Baca Juga :   Kasdam Hadiri Festival Kuliner dan Telok Abang 2019

Teknologi baru ini, sambung Irhan, mampu mereduce sampah yang dihasilkan Kota Palembang, mencapai 5-10 persen. “Nanti PFS karakteristik sampah akan dipisah sebelum nantinya sampah-sampah tersebut dimusnahkan. Karena, di Jepang, yang dinamakan sampah apabila sudah tidak dapat ditemukan nilai ekonomisnya lagi,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebersihan Kota (DKK), Agung Noegroho menambahkan, selama ini sampah yang dihasilkan di Kota Palembang mencapai 700 ton. Jika dibiarkan sampah tersebut akan bertambah bahkan menjadi 1000 ton perhari, sedangkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat ini masih satu yang beroperasional.

“Karena itu, dengan kerjasama dengan pihak Jepang ini akan mengurangi sampah di Kota Palembang,” terangnya.

Sampah yang ada di Kota Palembang, sambung Agung, dikarenakan adanya masyarakat yang diluar Kota Palembang membuang sampah di Kota Palembang sehingga jumlah sampah pun bertambah. “Kami berharap kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya serta mampu mengelola sampah agar lebih ekonomis,” pungkasnya. (wik)

Publisher : Ferdin Ferdin

Avatar
Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

SMA Pusri Juara 1 LKTI 2020

Palembang, KoranSN Dengan judul karya ilmiah “Studi Pemanfaatan Microgreens sebagai alternatif urban farming dalam menghambat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.