Jerat Hama Babi Dapat Harimau





Harimau yang masuk PerangkapEmpat Lawang, SN Warga Desa Tanjung Raman Kecamatan Pendopo digegerkan dengan penemuan seekor Harimau Sumatera, Kamis (10/9). Harimau tersebut ditemukan warga sekitar pukul 00.30 WIB, di lahan persawahan milik Suryani (35) warga Talang Jawa Pendopo, Kecamatan Pendopo.

Informasi dihimpun, Harimau dengan jenis kelamin laki-laki dengan panjang panjang dua meter, tinggi satu meter dan berat 80 kilogram ini masuk dalam perangkap para petani yang dipasang disawah untuk melindungi tanaman padi dari hama babi hutan dan tidak bisa melepaskan diri lagi. Sekitar pukul 05.30 Wib Istiqomah alias Oma (40) (saudara pemilik lahan) warga Jalan Jati, Kecamatan Pendopo melapor ke Polsek Pendopo dan Koramil Pendopo.

Kapolres Empat Lawang, AKBP Rantau Isnur Eka SIk didampingi Kapolsek Pendopo Iptu Denhar, menyampaikan. Mendapat laporan tersebut Aparat kepolisian dan TNI datang ke lokasi dibantu warga sekitar. Namun pihaknya tidak bisa mendekati Harimau, hanya melihat dari jarak sekitar 10 meter. Sebab Harimau tersebut masih berontak dan mengakibatkan tali perangkap yang terpasang hampir putus. Saat ini Kondisi Harimau itu lemas dan sudah luka-luka karena jerat yang terbuat dari kawat.

Atas permintaan masyarakat Harimau diberikan tindakan penembakan, karena jika dilepaskan bisa membahayakan jiwa manusia, akhirnya hewan tersebut ditembak. Akan tetapi Sebelum melakukan penenbakan terhadap harimau tersebut pihak Polres Empat Lawang sudah bekoordinasi dengan BKSDA untuk dibawa ke Palembang dan akan dikubur dengan baik. Untuk di Empat Lawang sendiri saat ini belum ada BKSDA.

“Di lokasi banyak warga hilir mudik dan lokasi tak jauh dari pemukiman warga. Selain itu tidak ada obat bius untuk melumpuhkan Harimau sementara jerat mulai mulai rusak dan untuk menunggu BKSDA tetangga memerlukan waktu cukup lama sehingga masyarakat meminta harimau ditembak,” jelas Rantau.

Baca Juga :   Pemkab OKI Segera Bedah Puluhan Rumah dan Atasi Kemiskinan Ekstrem

Terpisah Sekda Empat Lawang, Burhansyah mengatakan, pihaknya telah memerintahkan camat setempat untuk memberitahu warga sekitar supaya berhati-hati jika pergi ke kebun atau persawahan. Karena ditakutkan Harimau lainnya datang ke perkebunan untuk mencari Harimau yang telah mati tersebut. “Harimau ini kemungkinan besar datang ke pemukiman warga karena habitatnya di hutan terganggu. Kekurangan tempat mencari makan. Datang ke pemukiman ini karena untuk mencari makan,” ujarnya.

Pihaknya kedepan akan lebih memperhatikan kondisi hutan, jika ada yang membuka perkebunan harus ada izin resmi sehingga tidak menggangu habitat Harimau dan Hewan lainnya.(foy)







Publisher : Ferdin Ferdin

Pewarta Harian Suara Nusantara, www.koransn.com, Mingguan Suara Negeriku.

Lihat Juga

62 Guru dari 7 Sekolah di PALI Dibekali Ilmu, Persiapkan Diri Menuju Sekolah Rujukan Google

Palembang, KoranSN Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!