JK Tegaskan Gaji-Tunjangan ASN Naik Bukan Karena Tahun Politik

Wapres Jusuf Kalla. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan kenaikan tunjungan kinerja aparatur sipil negara (ASN) tak terkait tahun politik. Kenaikan diberikan karena kinerja ASN.

“Itu berdasarkan performance (kinerja). Jadi, tunjangan kinerja itu berdasarkan penilaian, kebetulan saya yang teken itu akhirnya, kan sebagai ketua reformasi birokrasi,” kata JK di kantornya, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Kenaikan gaji dilakukan setelah pemerintah merasakan kinerja dari masing-masing ASN. “Bukan berdasarkan politik sama sekali,” ujarnya.

Menurut JK, pemerintah akan tetap menaikkan tunjangan kinerja dan gaji ASN, meski ada atau tidak ada pemilu.

Baca Juga :   Putusan Hakim Haswandi Kacaukan 371 Perkara yang Sudah Ditangani KPK

“Ada pemilu atau tidak pemilu kita naikkan gaji PNS. Ada pemilu tidak ada pemilu, kita siapkan rumah, tidak ada hubungannya dengan pemilu,” tuturnya.

Gaji PNS bakal naik 5% mulai Januari 2019. Anggaran untuk kenaikan gaji tersebut sudah disahkan dalam Undang-Undang APBN 2019 lewat paripurna di DPR Rabu siang (31/10/2018).

Selain itu pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk gaji ke 13, THR dan pensiunan PNS. Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani menjelaskan total anggaran yang disiapkan untuk gaji dan tunjangan pegawai di tahun depan adalah Rp 98 triliun.

Baca Juga :   PTUN Jakarta Perintahkan KPU Masukkan OSO Jadi Caleg DPD

“Lalu untuk alokasi pensiun itu sebesar Rp 117 triliun,” ujarnya dalam Konferensi Pers RUU APBN 2019 di Gedung Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (31/10/2018). (detikcom)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Hasto: Megawati Ingatkan Kader PDIP Tak Terlena Dua Kali Menang Pemilu

Jakarta, KoranSN Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengatakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri …