JPU: Setoran Rp 20 Miliar ke Rekening Andhi Pramono Tak Ada Identitas









Mantan Kepala Kantor Bea dan Cukai Makassar Andhi Pramono berdiri menghadap Majelis Hakim saat menjalani sidang pemeriksaan dugaan penerimaan gratifikasi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2024). (Foto-Antara)

Jakarta, KoranSN

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengungkapkan sebanyak Rp 20 miliar dana yang disetorkan secara tunai ke delapan rekening terafiliasi dengan mantan Kepala Kantor Bea dan Cukai Makassar Andhi Pramono tak ada identitas.

Adapun Andhi didakwa menerima gratifikasi senilai total Rp 58,9 miliar dari sejumlah pihak terkait pengurusan kepabeanan impor. Dana tersebut diduga diterima melalui berbagai rekening, baik rekening pribadi Andhi maupun orang lain.

“Dari delapan rekening BCA yang kami dakwakan kepada saudara, tercatat keseluruhan 254 kali transaksi setor tunai masuk jumlahnya Rp 22,76 miliar. Tetapi sebanyak Rp 20 miliar yang diterima tidak ada identitas pengirim,” ujar JPU KPK dalam sidang pemeriksaan dugaan penerimaan gratifikasi oleh Andhi Pramono di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Jumat (1/3/2024).

Baca Juga :   Residivis Bandar Dadu Kuncang Kembali Masuk Bui

Jaksa menyebutkan, dari hasil analisa forensik terdapat 19 rekening dalam perkara yang terafiliasi dengan dugaan penerimaan gratifikasi Andhi. Dari banyaknya rekening tersebut, tercatat delapan rekening BCA yang terafiliasi dengan Andhi menerima setor tunai sebanyak Rp22,76 miliar dalam rentang waktu 22 Maret 2012 hingga 18 Mei 2022. HALAMAN SELANJUTNYA>>











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Satgas Operasi Ketupat Pantau Aktivitas Masyarakat di Tempat Wisata

Palu, KoranSN Satuan Tugas (Satgas) Operasi Ketupat Tinombala Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) memantau aktivitas masyarakat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!