Jual 3.428 Kosmetik Ilegal, Fitri Warga 1 Ilir Diringkus



Ditreskrimsus Polda Sumsel mengamankan tersangka Fitri Aprianti pemilik usaha penjualan kosmetik tanpa ijin edar lewat aplikasi online shofee dan facebook, tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara, Senin (9/3/2020). (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Fitri Aprianti (30), warga Jalan Sultan Agung Kelurahan 1 Ilir Kecamatan IT 2 Palembang diringkus pihak kepolisian Subdit I Indagsi (Industri Perdagangan) Ditreskrimsus Polda Sumsel lantaran menjual kosmetik ilegal di media sosial Facebook dan di situs belanja online.

Dari penangkapan tersangka, polisi menyita barang bukti 3.428 kosmetik dengan berbagai merek, handphone dan kartu ATM milik tersangka.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, Kombes Pol Anton Setiawan didampingi Kabid Humas Kombes Pol Supriadi, Senin (9/3/2020) mengatakan, Fitri Aprianti ditangkap saat berada di rumah tersangka yang juga dijadikan tempat penyimpanan ribuan kosemetik ilegal yakni di kawasan 1 Ilir Palembang.

Baca Juga :   Pemeriksaan Saksi Dugaan Korupsi Masjid Sriwijaya Distop, Kejati Tunggu Berkas Tersangka P21

“Penangkapan tersangka yang menjual kosmetik tanpa izin edar atau ilegal ini merupakan hasil penyelidikan. Adapun modus tersangka, yakni menjual kosmetik ilegal di media sosial Facebook dan di situs belanja online,” katanya saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan juga diketahui jika tersangka sudah sekitar dua tahun menjadi penjual kosmetik ilegal.

“Adapun omset tersangka dalam satu bulannya, yaitu sekitar Rp 4 juta,” terangnya.

Dilanjutkannya, kini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolda Sumsel guna proses hukum lebih lanjut.

Baca Juga :   Sering Nonton Film Dewasa & Hendak Memperkosa Jadi Motif Pembunuhan Guru SD di Banyuasin

“Dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 1,5 miliar,” tandasnya.

Sementara tersangka Fitri Aprianti mengatakan, dirinya mendapatkan ribuan kosmetik ilegal tersebut dari membelinya di media sosial.

“Jadi awalnya saya membeli di online, setelah itu saya menjualkannya kembali. Bisnis ini memang sudah saya jalankan selama dua tahun,” ujar tersangka singkat. (ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Jumlah Hakim Kurang Lengkap, Sidang Najib Cs Tersangka Kasus Masjid Sriwijaya Ditunda

Palembang, KoranSN Majelis Hakim yang diketuai Yoserizal SH MH, Senin (17/1/2022) menunda sidang perdana Akhmad …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.