Jukir Nyambi Calo SIM Diduga Marak Beredar di Polresta Palembang







Tampak salah satu halaman parkir yang ada di Polresta Palembang. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aksi juru parkir (Jukir) yang menyambi sebagai calo kepengurusan Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) diduga marak beredar di Polresta Palembang.

Pantauan dilokasi, Senin siang (5/6/2017) sekitar pukul 12.00 WIB memperlihatkan,  selain mengatur posisi parkir kendaraan pengunjung, beberapa Jukir juga terlihat menawarkan jasa pengurusan kepada setiap pengunjung yang datang ke Polresta Palembang.

Mereka menawarin jasa kepengurusan, bagi setiap pengunjung yang terlihat kebingungan membuat atau mengurus SIM dan keperluan lainnya. Para Jukir memanfaatkan kebingungan tersebut dengan menawarkan jasa membantu kepengurusan pengunjung yang ujungnya diduga mereka mematok tarif lebih besar dari aturan yang sudah ditetapkan.

Meskipun visi kepolisian jajaran Polresta Palembang untuk memberantas aksi percaloan dan Pungli dengan membentuk tim Sat Reskrim Saber Pungli dan sudah menunjukan tajinya dalam melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap oknum PNS di Badan Pertanahan Nasional Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang beberapa waktu lalu.

Baca Juga :   Gara-gara Mandi di Sungai, Dua Warga Desa Talang Pangeran OKI Saling Bacok

Namun Polresta Palembang terlihat tak dapat memberantas peredaran Pungli yang diduga dilakukan para Jukir yang setiap harinya ada di Polresta Palembang.

Boy, salah seorang Jukir yang diduga nyambi menjadi calo di Polresta Palembang, mengungkapkan, jika dirinya sudah berada di Polresta puluhan tahun bahkan sejak Polresta Palembang masih berkantor di Jalan Kolonel Atmo.

“Aku ini sudah lamo di Polresta, bahkan sejak namonyo masih Poltabes hingga sekarang namonyo sudah diganti Polresta Palembang,” ungkapnya saat tak memperbolehkan oknum wartawan salah satu media cetak di Palembang yang ingin memarkirkan sepeda motornya di halaman Polresta Palembang untuk menjalankan tugasnya mencari berita di Polresta Palembang.

Menurut Boy, dirinya berada di Polresta Palembang hanya kerja sampingannya. “Disini aku begawe sampingan setengah hari, dan kalau siang aku ada gawe lain,” akunya.

Baca Juga :   Tim Tataika Pagaralam Utara Tembak Spesialis Pencuri Uang Kotak Amal

‘A’ (23), salah seorang pengunjung yang ingin melakukan pengurusan SIM mengaku jika dirinya ditawari oleh salah satu orang yang bisa membantunya dalam proses pembuatan SIM namun dengan syarat mengeluarkan uang senilai Rp 400 ribu, beda dengan nominal pengurusan SIM yang resmi diterapkan Polri.

“Orang itu, mintai saya uang Rp 400 ribu, katanya hanya itungan beberapa menit SIM saya akan jadi dan sudah bisa diambil, dia hanya minta syarat Kartu Tanda Penduduk (KTP) saja,” singkatnya.

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu HB usai acara buka bareng di salah satu rumah makan di kawasan Simpang Pamor menanggapi, terkait adanya dugaan tersebut, dirinya akan memerintah tim Saber Pungli untuk melakukan penyelidikan. “Nanti akan kita selidiki,” tutupnya singkat. (den)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Kemenkumham Sumsel saat melakukan Monev untuk memastikan kualitas layanan bantuan hukum di Lapas. (Foto-Istimewa)

Pastikan Kualitas Layanan Bantuan Hukum di Lapas, Kemenkumham Sumsel Lakukan Monev

Palembang, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Selatan melakukan pemeriksaan terhadap penerima bantuan …

error: Content is protected !!