Juliari Disebut Ubah Pola Kuota Bansos Karena “Fee” Tidak Capai Target





“Kukuh itu jadi operator mulai tahap 1, 3, 5, 6 tapi untuk tahap 7-12, perusahaan-perusahaan vendornya tidak berkoordinasi dengan saya, jadi saya tidak tahu,” ungkap Joko.

Namun, Joko mengetahui dua perusahaan yang mendapat jatah kuota milik Juliari tersebut yaitu PT. Bismacindo Perkasa dan PT. Asricitra Pratama.

“Untuk Asricitra biasanya ke Pak Kuncoro berdasarkan draf dari Pak menteri, setelah disetujui Pak Juliari lalu draf diberikan ke saya untuk dibuat SPPBJ (Surat Penunjukan Penyedia Barang/Jasa),” ujar Joko. (Antara/ded)

Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kadis Perpustakaan Lahat Mangkir dari Panggilan Jaksa Penyidik.

Lahat, KoranSN Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Lahat Elfa Edison mangkir dari panggilan Jaksa Penyidik Kejaksaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.