Kabut Asap Kepung Sumsel!



Asap mengepul dari lahan yang terbakar di kawasan Kecamatan Tulung Selapan OKI, akibat kebakaran hutan dan lahan yang kini masih terus terjadi membuat kualitas udara menjadi tidak sehat. (foto-bpbd sumsel)

Palembang, KoranSN

Akibat kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di sejumlah daerah membuat Sumsel kini dikepung kabut asap, sehingga bedampak kualitas udara menjadi tidak sehat. Demikian dikatakan Kepala Bidang Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel, Ansori, Minggu (13/10/2019).

Menurutnya, berdasarkan pemantauan kualitas udara di Sumsel saat ini Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) akibat kabut asap berkatagori tidak sehat.

“Jadi pada Minggu 13 Oktober 2019 ini, ISPU katagorinya tidak sehat dengan nilai 109,” ungkap Ansori.

Masih dikatakannya, jika munculnya kabut asap karena dampak dari kebakaran lahan dan hutan yang sampai saat ini masih terus terjadi, bahkan jumlah titik hotspot di Sumsel terus terjadi peningkatan.

“Untuk hari minggu ini saja, terjadi kebakaran lahan dan hutan di 35 titik yang tersebar di wilayah Sumsel,” ujarnya.
Dijelaskannya, adapun lokasi kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) tersebut, yakni di Banyuasin terdapat dua titik di Banjarsari dan Tanah Pilih. Kemudian di Musi Banyuasin (Muba) Karhutla terjadi di tiga lokasi berbeda yaitu di Lalan, Muara Merang dan Muara Medak Bayung Lencir.

Baca Juga :   Fitrianti Kunjungi Warga 5 Ilir yang Rumahnya Roboh

“Kemudian di Muratara Karhutla terjadi di kawasan Beringin Sakti Rawas Ilir, lalu di Musi Rawas Karhutla terjadi di Lubuk Rumbai dan di Muratara Karhutla terjadi Pulau Panggung Muara Kelingi,” jelasnya.

Bukan hanya itu lanjut Ansori, di PALI Karhutla juga terjadi di dua lokasi yakni di Karang Agung dan Tanjung Kurung. Begitu pula di Muara Enim, Karhutla terjadi di dua lokasi yaitu di Teluk Limau dan Gelumbang.

“Sedangkan di Ogan Ilir terdapat lima lokasi Kerhutla terdiri dari di di kawasan Kebun Raya, Lorok, Indralaya, Kapuk dan Pemulutan Barat,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, sementara di Kabupaten OKI jumlah kebakaran lahan dan hutan semakin banyak. Bahkan lahan yang terbakar juga semakin meluas.

“Adapun lokasi Karhutla di OKI yakni di Mekarsari, Tanjung Lubuk, Pedamaran, Panca Warna, Cinta Jaya, Pampangan, Pulau Beruang, Toman, Tulung Selapan, Riding dan Pangkal Lampam. Kemudian untuk di Sungai Menang OKI terjadi Karhutla di tiga lokasi yang berbeda, sedangkan Kahutla juga terjadi di Sungai Pasir Cengal di lima lokasi lahan yang berbeda,” paparnya.

Baca Juga :   Dandim 0418/Palembang Hadiri Dzikir dan Tabligh Akbar

Dilanjutkannya, pemadaman api di semua lahan yang terbakar tersebut dilakukan oleh Satgas darat dan juga Satgas Udara yang menurunkan helikopter water bombing.

“Dalam pemadaman api di lahan yang terbakar, Satgas Kahutla memang mendapati sejumlah halangan diantaranya akses ke lokasi yang sulit dijangkau serta lahan yang sangat mudah amblas ketika dilintasi kendaraan. Meskpun demikian, Satgas Karhutla Sumsel terus berupaya memadamkan semua api di lahan yang terbakar tersebut,” tegasnya.

Lebih jauh diungkapkannya, dengan semakin maraknya kebakaran lahan dan hutan di Sumsel maka pihaknya dari BPBD Sumsel menghimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

“Saat ini kondisi Sumsel kemarau panas, kering serta anginnya bertiup kencang. Maka dari itu diharapkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan membakar, kemudian tidak membakar sampah temasuk membersihkan lahan dengan cara membakar,” harapnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

DPRD Palembang Minta Pemkot Segera Cairkan Insentif Nakes

Palembang, KoranSN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palembang meminta Walikota Palembang untuk segera mencairkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.