Kadis PU Perkim Muratara Tinjau Pembangunan Gardu Induk Muara Rupit Bernilai Rp 250 Miliar

Kadis PU Perkim Muratara, Alfirmansyah saat meninjau pembangunan GI Muara Rupit.(foto-sunardi/koransn)

Muratara, KoranSN

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan pemukiman (PU Perkim) Kabupaten Muratara meninjau pembangunan Gardu Induk (GI) Muara Rupit yang berlokasi di Desa Lubuk Rumbai Baru dan Desa Karang Anyar Kecamatan Rupit yang sempat tertunda pembangunannya yang disebabkan oleh perubahan teknis.

“Sekarang ini progres pembangunan GI Muara Rupit yang berkapasitas I50 KV dan transmisinya. Pelaksanaannya mulai tanggal 2 Januari 2019 kemarin. Saat ini pembangunan fisiknya baru berjalan sekitar 3 persen, pelaksanaannya dibangun oleh PT. Medan Smart, dengan anggaran sekitar Rp 250 miliar,” kata Kadis PU Perkim Kabuapaten Muratara, Alfirmansyah saat dikorfirmasi usai meninjau pembangunan GI Muara Rupit, Selasa (19/2/2019).

Alfirmansyah mengatakan, alasan pembangunan GI selama ini tertunda pelaksanaannya, karena alasan teknis, sebab seluruh perencanaannya harus diupdate oleh konsultan perencana agar titik kordinat dan arah transmisinya akurat.

“Terjadi perubahan jadwal, yang semula selesai pada bula april 2019 dan COD bulan oktober 2019 harus mundur sampai pembebasan tapak tower selesai. Dari total tapak tower yang ada di Kabupaten Muratara sebanyak 72 titik, saat ini baru selesai dibebaskan sekitar 62 tapak tower. Sedangkan sisanya sekitar 71 tapak tower yang berada di daerah Kabupaten Sarolangun Jambi belum ada penyelesaiannya,” jelas Alfirmansyah.

Baca Juga :   Jika Terpilih, Nansuko Janjikan Ini ke Masyarakat Karang Ketuan dan Lubuk Binjai

Alfirmansyah menuturkan, pihak PT PLN persero unit induk pembangunan sumatera bagian selatan (UIP SBS) meminta bantuan dan koordinasi kepada Pemkab Muratara agar dapat membantu proses pembebasan lahan untuk tapak tower yang belum selesai, baik di Kabupaten Muratara maupun di Kabupaten Sorolangun Jambi.

“Sedangkan untuk akses jalan masuk ke GI , pihak dari PT PLN berharap agar Pemkab Muratara melalui Dinas PUPR dapat membangunnya,” ujarnya.

Menindak lanjuti surat Bupati Muratara yang disampaikan ke UIP SBS pada Jumat tanggal 15 Februari 2019, maka Kadis PU Perkim Muratara didampingi Kepala Bidang (Kabid) Kawasan Pemukiman beserta staf meninjau langsung ke lapangan.

Baca Juga :   Walikota Lubuklinggau Gelar Rapat Terbatas, Cegah Penyebaran Virus Corona

“Kita kunjungan ke GI Muara Rupit ini atas perintah Bapak Bupati Muratara,” ungkapnya.

Saat ditanya kapankah pembangunan GI Muara Rupit akan selesai, Alfirmansyah mengatakan secara teknis pembangunan GI akan selesai sekitar satu tahun jika tidak ada masalah pada jalur transmisinya. Karena jika jalur tersebut bergeser sedikit saja akan menjadi masalah bahkan bisa roboh. Maka pemasangannya harus simetri dan tegak lurus.

“Commisioning selama 6 bulan, kemudian baru COD, dan setelah itu baru operasi,” terangnya.

Lebih lanjut Alfirmansyah menuturkan, pihak dari PT PLN Persero UIP SBS memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Muratara atas kepedulian dan koordinasinya, semoga kedepannya dapat lebih baik dan pembangunan GI Muara Rupit berjalan lancar. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BAZNAS Muba Raih Predikat Lembaga Terbaik di Tingkat Provinsi Sumsel

Sekayu, KoranSN Prestasi membanggakan terus diraih oleh Kabupaten Musi Banyuasin dibawah kepemimpinan Bupati Dr H …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.