Kami Tidak Tahu Jika Bungkusan Itu 1 Kg Sabu dan Kami Tidak Diupah



Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat memeriksa tersangka narkoba pada ungkap kasus di Mapolda Sumsel beberapa waktu lalu. (Foto-Ferdinand/Koransn)

Palembang, KoranSN

Dua dari tiga tersangka kasus narkoba dengan barang bukti 1 Kg sabu yang ditangkap aparat kepolisian Ditresnarkoba Polda Sumsel mengaku jika mereka tidak tahu dengan barang bukti sabu tersebut serta tidak menerima upah.

Adapun kedua tersangka yang mengungkapkan hal tersebut yakni; Irwanto alias Iwan (45), warga Jalan Harapan Jaya Kelurahan Sei Selayur Kecamatan Kalidono dan Alexander (22), warga Jalan Sepakat Kelurahan Sukomoro Kelurahan Talang Kelapa Banyuasin.

Selain kedua tersangka, dalam kasus ini polisi juga menangkap tersangka Razali (49), warga Dusun Leubak Burah Desa Bandrong Kecamatan Peureulak Aceh.

Tersangka Irwanto mengutarakan, jika dirinya tidak mengetahui kalau bungkusan yang berada di tangannya saat ditangkap polisi di salah satu hotel di Jalan Kapten A Rivai Palembang berisi narkoba jenis sabu.

“Saya, Razali dan Alexander hanya disuruh seseorang mengantar bungkusan paket itu untuk diberikan kepada seseorang yang ada di kawasan hotel itu. Saya tidak tahu kalau isinya sabu dan saya tidak diupah, tiba-tiba saat tiba di sana, kami langsung ditangkap polisi. Sedangkan terkait pekerjaan saya, memang saya anggota TNI AL dan bertugas di Samudera Hindia Pantai Barat Aceh. Namun pada akhir tahun 2017 lalu saya ditangkap oleh kesatuan saya karena kasus judi, tapi terkait pemecatan dari kesatuan sampai saat ini saya belum menerima surat pemecatannya,” ungkapnya, Rabu (31/1/2018).

Sementara tersangka Alexander mengungkapkan, awalnya dirinya yang mengenal pemilik 1 Kg sabu yakni bernama Andi di kawasan Km 18. Kemudian Andi memintanya memberikan bungkusan paket kepada Irawanto dan Razali.

“Saya ini kerja di cucian mobil di KM 18. Di sanalah saya mengenal Andi, karena dia sering mencuci mobil miliknya dengan saya. Ketika itu, Andi meminta saya mengatarkan paket bungkusan kepada mereka berdua (Irawanto dan Razali). Awalnya saya tidak tahu jika bungkusan tersebut berisi sabu. Setelah ditangkap polisi, barulah saya mengetahuinya. Jujur, saya tidak menerima upah dari Andi,” ujar bapak anak dua ini.

Hal berbeda dikatakan tersangka Razali. Diakuinya jika dirinya bersama Irwanto dan Alexander disuruh oleh Andi (DPO) warga Aceh untuk mengatarkan 1 Kg sabu tersebut ke Palembang.

Baca Juga :   Zulinto Banyak Jawab Tak Tahu, Dapat Dipidana Beri Keterangan Palsu

“Kami bertiga tahu jika paket itu berisi sabu. Bahkan kami dijanjikan oleh Andi uang Rp 60 juta jika sabu itu sampai kepada pembelinya. Dari ituah sabu itu kami bawa ke Palembang, akan tetapi saat tiba di hotel yang di Kota Palembang kami tertangkap pihak kepolisian,” jelasnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Juni mengutarakan, diamankannya para tersangka dengan total barang bukti 1 Kg tersebut merupakan pengungkapkan kasus narkoba yang dilakukan Polda Sumsel sepanjang bulan Januari 2018.

Masih dikatakan Kapolda, terungkapnya kasus narkoba tersebut setelah polisi menerima laporan dari masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan. Bahkan dari tiga tersangka yang ditangkap, salah satunya yakni tersangka Irwanto merupakan pecatan anggota TNI AL yang sebelumnya bertugas di Aceh.

“Irwanto ini pecatan TNI AL jadi sudah tidak aktif lagi menjadi anggota. Sebelumnya, kami juga telah berkoordinasi dengan TNI AL di Aceh untuk memastikan status keanggotaan tersangka. Setelah dikoordinasikan ternyata Irwanto tidak lagi menjadi anggota di sana,” tandas Kapolda. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Rumah Warga di Talang Semut Terbakar

Palembang, KoranSN Tercium bau asap, seorang warga di Jalan Joko, Kelurahan Talang Semut, Kecamatan Bukit …

error: Content is protected !!