Kampanye Stanting di OKI Terancam Terhenti

Suasana saat sosialisasi kampanye Stanting. (foto-reigan/koransn.com)

Kayuagung, KoranSN

Kampanye Gizi Nasional (KGN) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) guna mengurangi dan mencegah angka stanting (kondisi tinggi badan balita tidak sesuai dengan usianya) oleh Kementrian Kesehatan RI yang didukung MCA-I maupun IMA World Health, terancam terhenti. Pasalnya, saat ini Kemenkes tidak memiliki penerus untuk menggalakkan kampanye tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh Manager Kampanye Indonesia, Farah Amini pada acara pertemuan koordinasi tingkat kabupaten di aula Bende Seguguk I Pemda OKI, Kamis (26/10/2017).

Padahal kata Farah, kampanye yang dilakukan pihaknya terbukti cukup berhasil. Dari data yang dihimpun, stanting di OKI pada tahun 2015 mencapai angka 37,9 persen, turun menjadi 32,9 persen di tahun 2016.

“Selama kampanye 1,5 tahun ini kita tidak menemui kendala, tetapi yang kami takutkan setelah kampanye ini selesai, di Kabupaten Oki sendiri menjadi pertanyaan, siapa yang akan melanjutkan program kampanye KGN ini, karena tidak ada yang mengkoordinir, meskipun dari puskesmas memiliki kader,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk menggalakkan sosialisasi KGN ini harus memiliki bentuk kegiatan, design dan spanduk serta keperkuan lainnya dan itu semua berasal dari Jakarta. Oleh karena itu, pihak dari Kabupaten Oki ini tidak memiliki dana untuk mempersiapkan semuanya.

“Jadi, siapa lagi yang harus bertanggung jawab demi berkelanjutannya kegiatan ini, dikarenakan kita sudah satu setengah tahun di Oki ini dengan nian yang bagus untuk mengurangi angka Stanting. Namun, nanti kita akan membahas dengan Pemda, Dinkes atau Kominfo nantinya yang menjadi koordinator, karena apabila kita sudah menyerahkan sesuatu, contohnya spanduk itu harus disebar,” jelasnya.

Baca Juga :   Protes Tarif Sewa Naik, Ratusan Pedagang Mogok Berjualan

Dikatakan Farah, selama kampanye memberdayakan hidup sehat kepada masyarakat, sedikit banyak ari warga sudah menyadarinya, bahwa sehat itu dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan dan kemasyarakatan. Kemudian dari kader posyandu sendiri termotivasi terhadap ilmu pengetahuan dan bukan untuk uang, lantaran para kader tidak digaji, melainkan diberi uang intensif. Jadi, kesadaran itu timbul sendiri terhadap ibu-ibu terutama sedang menyusui.

Dilihat dari manfaatnya, ia melanjutkan, sudah banyak dirasakan. Dimana, kampanye ini sudah disertai dari proyek penegmbangan kapasitas, pelatihan, sanitasi dan sukses melakukan KGN. Sementara, orang-orang dari Pemda Oki juga banyak yang terlatih. Jadi, banyak hasil dan dinikmati oleh masyarakat seperti yang dilakukan di delapan kecamatan di Kabupaten Oki.

“Dari hasil kampanye di Oki ini, bisa dicontoh untuk daerah-daerah lain, seperti menerapkan, model pencegahan atau pengurangan frekuensi stanting dengan kampanye, pelatihan muatan kapasitas tenaga kesehatan dan pemberian tenaga kesehatan, semacam arisan jamban sudah ditularkan ditempat-tempat lain, seperti di desa yang berpenduduk 400 KK, tetapi baru separuh yang memiliki wc,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Oki, H M Lubis menuturkan, dari luas wilayah Oki yaitu, 18,359 KM2, namun yang masuk dalam KGN hanya delapan kecamatan, diantaranya, Kecamatan, Jejawi, Tanjung Lubuk, Teluk Gelam, Lempuing, Mesuji, Mesuji Makmur, Cengal dan Sungai Menang. Dimana didapat balita stanting menurun 32,6 di tahun 2016 dari data PSG.

Baca Juga :   Mahasiswa STIKes Muhammadiyah Palembang Tahun 2017 Diwisuda 100 Persen

Lanjutnya, kegiatan KGN, seperti inovasi program gizi, pembuatan kebun gizi, pemberian makanan yang bergizi dari kader puskesmas serta memantau setiap bulan, apabila ada warga di kecamatan tersebut yang melapor. Untuk itu, kader pusmesmas dan posyandu melakukan pemicuan yang sasarannya kemasyarakat, agar prilaku berubah sendirinya dari sanubari seseorang.

“Kalau berprilaku hidup bersih dan sehat, artinya keluarga itu sudah sejahtera dan itu salah satu faktor meningkatkan derajat kesehatan. Dimana, pencegahan terhadap stanting itu sendiri bisa dicegah dalam 1000 hari pertama kehidupan dengan memberikan gizi yang cukup.

Namun, untuk ibu hamil yang tinggal diwilayah kumuh, akan berdampak terhadap anak karena faktor lingkungan juga mempengaruhi,” katanya.

Untuk lingkungan di Oki yang sudah menjadi percontohan, lanjutnya, seperti diwilayah Desa Air Hitam, kemudian di Mesuji yang sudah bebas dari buang air besar sembarangan.

“Terkait regulasi pihak Pemda akan memberikan bantuan pembuatan Jamban sehat, seperti safsiteng satu tetapi nyambung ke banyak rumah-rumah warga. Namun, saat ini kita kesulitan untuk warga yang tinggal dibantaran sungai, agar memicu prilaku masyarakat menjadi hidup sehat,” tandasnya. (rgn)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

Pj Walikota Apresiasi Kehadiran Ketum TP PKK Tri Tito Karnavian di Palembang, Launching 3 Program Sekaligus

Palembang, KoranSN Meresmikan tiga program sekaligus yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, kehadiran Ketua Umum TP …

error: Content is protected !!