Kanwil DJP Sumsel & Babel Tertibkan Konsultan Pajak

Kepala Kanwil DJP SUmsel dan Babel, M Ismiransyah foto bersama peserta sosialisasi.r
FOTO BERSAMA – Kepala Kanwil DJP SUmsel dan Babel, M Ismiransyah foto bersama peserta sosialisasi. (foto-soimah/koransn.com)

 

Palembang, KoranSN

Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Babel akan melakukan pemutakhiran basis data Konsultan Pajak dan kliennya serta  akan siap menertibkan Konsultan Pajak tidak resmi.  Hal tersebut dikatakan Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel, M. Ismiransyah M. Zain, kemarin.

“Saya akan tertibkan Kosultan Pajak yang tidak resmi dan bagi Konsultan Pajak resmi akan dapat privilege dari kami, terutama dalam pelayanan Amnesti Pajak.” tegasnya.

Rendy sapaan akrab M. Ismiransyah M. Zain mengatakannegara saat ini sedang sangat membutuhkan dana untuk membiayai pembangunan. Konsultan Pajak diharapkan dapat membantu penerimaan dan turut serta mensukseskan Amnesti Pajak dengan cara menyampaikan manfaat dan fasilitas apa yang akan didapat oleh klien mereka bila mengikuti program Amnesti Pajak.

Sejalan dengan pernyataan Awan Nurmawan Nuh staff ahli Menteri Keuangan RI bidang Peraturan dan Penegakan Hukum dikatakannya, Pajak Amnesti Pajak dianalogikan sebagai obat untuk berbagai penyakit perpajakan. Wajib Pajak tentunya yang lebih mengetahui penyakit apa yang diderita dan sudah pasti akan mencari obat yang ampuh untuk mengobati penyakit tersebut. Dengan memanfaatkan Amnesti Pajak, Wajib Pajak dapat sembuh total dari penyakit perpajakan.

Baca Juga :   25 Persen Konsumen Premium Beralih ke Pertalite

“Penyakit harus disembuhkan dengan obat yang benar, sakit jantung tentunya minum obat jantung bukan obat batuk atau obat sakit kepala, begitupun dengan Amnesti Pajak dengan mengungkapkan harta dengan benar serta menggunakan nilai wajar secara wajar maka semua penyakit perpajakan di masa lalu bisa disembuhkan.” ungkap Rendy.

Pada Periode II ini, Kanwil DJP Sumsel dan Kep. Babel akan memprioritaskan himbauan mengikuti Amnesti Pajak kepada Wajib Pajak besar atau prominen, Wajib Pajak UMKM, Wajib Pajak Profesi meliputi profesi Dokter, Pengacara, Akuntan, Arsitek, Konsultan Perencanaan, PPAT, Dosen, Apoteker, Pegawai Negeri Sipil , termasuk profesi Konsultan Pajak.

“Kami sudah melakukan kesepakatan bersama dengan Pemerintah Kota Palembang untuk membantu kami dalam mensosialisasikan Amnesti Pajak kepada masyarakat. Nantinya tentu akan banyak Wajib Pajak yang membutuhkan jasa Konsultan Pajak terkait Amnesti pajak. Kami akan arahkan untuk menggunakan jasa konsultan pajak resmi.” ungkap Rendy.

Baca Juga :   Butik Anifa Cuci Gudang

Sementara itu Ketua Pengda IKPI Sumbagsel,  Rudy Gani menyatakan bahwa mereka siap untuk mendukung DJP menyukseskan program Amnesti Pajak. “Kami akan menghimbau Wajib Pajak yang menjadi klien kami untuk memanfaatkan fasilitas program Amnesti Pajak ini.” ujar Andreas.

Dengan adanya sinergi antara DJP dan Konsultan Pajak diharapkannya, dapat membantu pencapaian penerimaan negara yang dibebankan kepada DJP tahun ini. (ima)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Ichitan Bagi-bagi Kejutan Periode Kedua

Palembang, KoranSN PT Ichi Tan Indonesia mengundi hadiah Ichitan Bagi-bagi Kejutan di Sumatera Selatan periode …