Kapolda Gandeng KPK Tangkap Buronan Dugaan Korupsi Lapter Atung Bungsu Pagaralam







Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara (Foto-Dok/Humas Polda Sumsel)

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap buronan dugaan kasus korupsi Lapangan Terbang (Lapter) Atung Bungsu Pagaralam, Teguh.

Dalam dugaan kasus ini, Teguh merupakan kontraktor proyek yang sudah ditetapkan menjadi buronan sejak awal tahun 2018 lalu.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (30/8/2018) mengatakan, dirinya menggandeng KPK melakukan penangkapan kepada tersangka Teguh karena KPK memiliki peralatan teknologi yang lebih canggih dibandingkan peralatan yang dimiliki Polda Sumsel.

“Penangkapan tersangka bukan OTT, tapi ditangkap karena kasus yang lama dan memang tersangka telah menjadi DPO Polda Sumsel. Karena KPK memiliki peralatan lebih canggih dari Polda Sumsel, makanya kami berkoordinasi hingga penangkapan dilakukan penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel bersama dengan KPK,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolda, Teguh merupakan tersangka dugaan korupsi Proyek Lapangan Terbang Atung Bungsu Pagaralam yang proyeknya dikerjakan pada tahun 2013 lalu.

“Sebelum ditangkap, awalnya KPK membuntuti tersangka hingga akhirnya penangkapan dilakukan secara berasama-sama. Kini tersangka sudah diamankan di Mapolda Sumsel guna dilakukan proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga :   4 Lawang Diterjang Puting Beliung

Lanjut Kapolda, proyek Lapangan Terbang Atung Bungsu Pagaralam tersebut memiliki nilai proyek Rp 23 miliar. Akan tetapi, dalam pembangunannya diduga dilakukan pelanggaran hingga terjadi kerugian negara.

“Berdasarkan release dari BPK RI Perwakilan Sumsel adapun kerugian negara yang terjadi yakni senilai Rp 5,4 miliar,” tandas Kapolda.

Wakil Direktur (Wadir) Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel, AKBP Herwansyah Saidi menambahkan, tersangka Teguh ditangkap pihaknya bersama penyidik KPK, Senin (27/8/2018) di Bandara SMB II Palembang. Dimana saat itu Teguh baru saja turun dari pesawat usai melaksanakan ibdah haji.

“Jadi, tersangka kami tangkap di bandara usai pulang dari haji. Usai dibekuk, Teguh kami bawa ke Polda Sumsel untuk dilakukan pemeriksaan, dan kini tersangka sudah kami lakukan penahanan,” ujarnya.

Lebih jauh Herwansyah mengungkapkan, dalam dugaan kasus ini sebelumnya sudah ada satu tersangka yang merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Antung Bungsu Pagaralam, yang telah dilimpahkan pihaknya ke jaksa penuntut umum.

Baca Juga :   Berkas Perkara 4 Tersangka Kasus OTT Disdik Sumsel Masih Diperiksa Jaksa

“Tersangka tersebut yakni Teddy. Bahkan belum lama ini Teddy telah divonis oleh hakim dengan hukuman pidana 4 tahun 6 bulan kurungan penjara. Dari pengembangan perkara Teddy inilah, kami mendapati bukti keterlibatan tersangka Teguh. Namun selama porses penyidikan, Teguh tak pernah menghadiri panggilan penyidik sehingga dia (Teguh) kami tetapkan sebagai DPO,” jelasnya.

Sedangkan Kasubdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel, AKBP Dani Sianipar mengatakan, dalam kasus ini tersangka Teguh ditetapkan pihaknya menjadi buronan sejak awal tahun 2018 lalu.

“Awal tahun 2018 lalu kita terbitkan DPO untuk tersangka Teguh. Hal ini dilakukan karena tersangka tak pernah menghadiri panggilan penyidik. Memang dugaan korupsi Proyek Lapangan Terbang Atung Bungsu Pagaralam ini dikerjakan pada tahun 2013, akan tetapi penyelidikannya baru dilakukan pada tahun 2015. Bahkan dalam perkara ini, awal tahun 2018 kami juga telah melimpahkan tersangka Teddy selaku PPK proyek ke jaksa, dan kini Teddy sudah mendekam di Rutan Pakjo Palembang usai divonis hakim 4 tahun 6 bulan kurungan penjara,” jelas Dani. (ded)







Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Gakkum KLHK dan Bakamla Gagalkan Penyelundupan Kayu Ilegal

Makassar, KoranSN Tim Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wilayah Sulawesi bersinergi …

error: Content is protected !!