Kapolda: Sumsel Harus Bersih dari Preman

Kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Djoko Prastowo (kiri) sala komando dengan Kapolda lama Irjen Pol Iza Fadri.
Kapolda Sumsel yang baru Irjen Pol Djoko Prastowo (kiri) sala komando dengan Kapolda lama Irjen Pol Iza Fadri.

Palembang, KoranSN

Kapolda Sumsel yang baru, Irjen Pol Djoko Prastowo, Selasa (12/1/2016) menegaskan, Provinsi Sumsel kedepan harus bersih dari preman, apabila masih ada maka ia selaku Kapolda akan ‘membersihkannya’.

Hal itu diungkapkan Kapolda usai upacara Farawel Parade dan pedang pora di Polda Sumsel yang merupakan acara pelepasan Irjen Pol Iza Fadri yang kini bertugas di Mabes Polri.

Disinggung langkah yang akan dilakukannya untuk membasmi kejahatan jalanan dan begal motor yang kerap beraksi di Sumsel? Diungkapkan Kapolda, jika aksi kejahatan jalanan itu tidak terlepas dari peran preman.

“Jadi kedepan jangan ada lagi preman di Sumsel, jika masih ada preman kita ‘gebuk’ (berantas-red), itu saja,” tegas Kapolda.

Selain itu, Kapolda mengungkapkan, dikarenakan Asian Games 2018 akan dilakukan di Kota Palembang maka kedepan Palembang juga harus Aman.

“Masyarakat juga harus mendukung dan mensosialisasikannya, karena jika tidak aman dan ada orang asing yang datang diganggu tentunya itu akan membuat kita malu. Jadi menjelang Asian Games kemanan akan kita jaga,” janjinya.

Terkait pergantian Kapolda Sumsel dari Irjen Pol Prof Iza Fadri kepada dirinya. Dikatakan Djoko Prastowo, dengan telah menjabat sebagai Kapolda Sumsel maka dirinya tidak memiliki program khusus.

Baca Juga :   Kantor Disdikbud PALI Disatroni Maling

“Tidak ada program khusus, karena kan sudah diprogramkan Kapolda Sumsel yang lama (Irjen Pol Prof Iza Fadri) dan saya hanya melanjutkannya saja. Yang penting, kedepan di Sumsel jangan ada lagi bakar-bakar hutan dan lahan,” tandasnya.

Sementara Irjen Pol Prof Iza Fadri mengungkapkan dirinya tidak ada pesan untuk Kapolda Sumsel yang baru. Hal ini karena, Irjen Pol Djoko Prastowo dinilainya telah lulus kompetensi hingga pimpinan Polri mempercayakan Irjen Pol Djoko Prastowo menjadi Kapolda Sumsel.

“Di Polri itu mekanisme sudah berjalan dan sistemnya sudah berkerja jadi semuanya bisa terus berjalan. Oleh karena itulah tidak ada pesan untuk Kapolda Sumsel yang barau” tutupnya.

Diketahui, setelah dilakukan serah terima jabatan (sertijab) yang langsung dipimpin Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Senin (11/1/2016) di Mabes Polri, Irjen Pol Djoko Prastowo yang menggantikan Irjen Pol Prof Iza Fadri resmi menjabat sebagai Kapolda Sumsel.

Selasa pagi (12/1/2016), pukul 09.30 WIB Irjen Pol Djoko Prastowo bersama isteri tiba di Mapolda Sumsel, dan disambut langsung oleh Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Syaiful Zachri dan jajaran.

Baca Juga :   HD Minta OPD Koordinasi dengan Kementerian

Dalam penyambutan tersebut dilakukan salam kehormatan serta tarian selamat datang. Kemudian pukul 15.00 WIB dilaksanakan upacara Farawel Parade dan tradisi penyerahan Pataka Polda Sumsel Athidira Wira Bakthi, di Aula Catur Sakti Mapolda Sumsel.

Usai upacara dilakukan, Irjen Pol Prof Iza Fadri bersama isteri meninggalkan Polda Sumsel diiringi dengan tradisi pedang pora.

Pergantian Kapolda Sumsel ini dilakukan berdasarkan Telegram Rahasia (TR) Kapolri Nomor: ST/2719/XII/2015 tertanggal 31 Desember 2015. Dimana dalam TR tersebut terdapat tujuh Kapolda di Indonesia yang diganti, salah satunya Kapolda Sumsel.

Dalam TR tersebut Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Iza Fadri diganti dengan Irjen Pol Djoko Prastowo yang menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Wakabaintelkam) Polri. Sementara Irjen Pol Prof Iza Fadri menempati jabatan baru sebagai, Staf Ahli (Sahli) Sospol Kapolri. (ded)

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

KPU Muratara Diminta Sterilisasi

Palembang, KoranSN Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Muratara Agus Mardianto mengakui dirinya terpapar Covid-19 bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.