Kapolda: Tindak Tegas Pemalak dan Begal di Sumsel



Kapolda Sumsel, Irjen Filri saat menujukkan barang bukti. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Polda Sumsel tidak akan segan-segan menindak tegas para pelaku pemalak dan begal motor dengan memberikan tindakan terukur sesuai prosedur kepada pelakunya. Hal tersebut dikatakan Kapolda Sumsel, Irjen Pol Firli saat menggelar ungkap kasus penangkapan dua pelaku pemalak sopir truk di Simpang Mancan Lindungan, Kamis (26/9/2019).

Adapun dua tersangka pemalak tersebut, yakni tersangka Muslim Hermanto (22), warga Jalan Macan Lindungan Kecamatan IB I Palembang dan M Fadli (24), warga Jalan Pulau Gadung Kecamatan Sukarami Palembang. Keduanya ditangkap Rabu (26/9/2019) oleh petugas Subdit Jatanras Ditreskrimum setelah rekaman video aksi pemalakan sadis yang dilakukan tersangka viral di media sosial.

“Perinsipnya pemalak, begal motor dan perampok kami tindak tegas. Bahkan sudah ada beberapa pelaku kita berikan tindak terukur dengan prosedur yang benar. Semuan ini kami lakukan agar Palembang dan Sumsel semakin aman dan nyaman,” ujar Kapolda.

Masih dikatakannya, terkait ditangkapnya tersangka pemalakan di Macan Lindungan yakni tersangka Muslim dan M Fadli, merupakan hasil gerak cepat penyelidikan pihak kepolisian hingga tak lama dari aksi pemalakan terjadi kedua tersangka barhasil ditangkap.

“Dalam aksinya tersangka pemalak yang kami amankan ini menggunakan palu atau pukul untuk mengancam korban dan merusak mobil truk milik korbannya. Kini kedua tersangka dan barang bukti telah kami amankan guna proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Dilanjutkan Kapolda, kawasan Simpang Macan Lindungan memang menjadi perhatian pihak kepolisian lantaran belakangan ini sejumlah aksi pemalakan terjadi di persimpangan lampu merah tersebut.

Baca Juga :   Penyidikan Dugaan Korupsi Pupuk PT Pusri Berlanjut

“Kawasan Simpang Macan Lindungan tersebut memang menjadi konsen dan perhatian kami, sebab hingga saat ini sudah delapan kali termasuk kejadian ditangkapnya tersangka Muslim dan M Fadli pemalakan terjadi di persimpangan tersebut. Bahkan dalam pengungkapan kasus pemalakan itu, beberapa waktu yang lalu ada pelaku pemalak yang tertembak, sebab pemalak tersebut memalak sopir truk yang ternyata sopir tersebut polisi yang sedang melakukan penyamaran,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, dengan seringnya aksi pemalakan di Simpang Macam Lindungan membuat pihaknya menyiagakan pihak kepolisian di sekitaran simpang tersebut.

“Memang di simpang itu tidak ada pos polisi, namun kita siagakan anggota dan terus memantau lokasi tersebut. Contohnya, jika ada aksi kejahatan di simpang tersebut maka kita langsung bergerak seperti penangkapan dua tersangka pemalak yang kami amankan ini,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, saat diamankan di Mapolda Sumsel tersangka Muslim Hermanto mengakui, jika dirinya dan tersangka M Fadli telah melakukan pemalakan terhadap sopir truk di Simpang Macan Lindungan Palembang pada Selasa sore (24/9/2019).

Bahkan dalam aksi tersebut ia mengaku, memukulkan palu yang dibawanya berkali-kali ke kaca bagian atas pintu samping truk hingga membuat sopir truk ketakutkan lalu berlari meninggalkan kendaraan.

“Saat kejadian saya meminta uang kepada sopir truk tersebut, namun tidak diberikan sehingga kaca pintu mobil saya pecahkan dengan pukul (palu) yang saya bawa. Jadi, saya hanya memukul keca pintu truk saja, tidak memukul korban,” ungkapnya.

Baca Juga :   Kejati Sumsel Tetapkan Mantan Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar Tersangka Suap Alih Fungsi Lahan

Dikatakannya, jika dirinya sudah empat kali ini melakukan pemalakan terhadap sopir truk yang melintasi lokasi. Namun dari keempat aksi tersebut, baru pertama kali ini ia menggunakan palu untuk memukuli kendaraan korbannya.

“Saya terpaksa melakukan itu, lantaran saat saya dan teman saya M Fadli meminta uang, sopir truk itu mau memukul kami. Dari itulah saat kejadian saya memukuli kendaraan tersebut sehingga korban lari ke luar mobil. Nah, setelah itu barulah saya mengambil uang Rp 110 ribu yang ada di dekat kemudi mobil. Untuk uang hasil memalak tersebut, kami gunakan untuk membeli Miras jenis tuak,” ujarnya.

Sedangkan tersangka M Fadli mengungkapkan, pemalakan terhadap sopir truk tersebut merupakan ide dari tersangka Muslim Hermanto.

“Muslim ini awalnya menemui saya saat sedang mengamen. Kemudian dia menyampaikan sedang butuh uang, lalu mengajak saya memalak sopir truk yang kendaraannya sedang mengantri di lampu merah Simpang Macan Lindungan. Jadi saya hanya ikut-ikutan saja, bahkan uang hasil pemelakan tersebut saya tidak mendapatkan bagian. Hanya dibelikan Muslim tuak saja,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

10 Anggota DPRD Muara Enim Tersangka Dugaan Suap Proyek dan Pengesahan APBD 2019 Segera Disidangkan

Palembang, KoranSN 10 anggota DPRD Muara Enim tersangka dugaan suap proyek pengadaan barang jasa serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.