Kapolres Imbau Tak Menambang di Areal Tambang Aktif Emas

Kapolres Mura-Muratara AKBP Pambudi saat meninjau lokasi tambang masyarakat yang berada di areal aktif PT DNS. (foto-sunardi/koransn.com)

Muratara, koranSN

Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Musi Rawas (Mura) AKBP Pambudi SIK menyambangi langsung masyarakat dan memberikan imbauan secara langsung agar tidak melakukan aktivitas penambangan emas di areal PT Dwinad Nusa Sejahtera (DNS) di Desa Suka Menang Kabupaten Muratara.

“Saya turun langsung ke masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan emas. Di lokasi penambangan aktif milik PT DNS, karena faktor keselamatan bagi masyarakat sendiri,” ungkap AKBP Pambudi saat bertemu masyarakat penambang galian mineral PT DNS, Sabtu (14/10/2017).

Menurutnya, jika masyarakat melakukan aktivitas penambangan di lokasi tambang aktif PT DNS tidak dilengkapi dengan alat keselamatan kerja, rawan longsor karena banyak aktivitas yang dilakukan pihak perusahaan. Sehingga, membahayakan masyarakat yang menambang.

Sesuai kesepakatan dan penandatangan yang dilakukan bersama masyarakat dan pemerintah, pihak perusahaan telah memberikan lokasi di Aparpusan bagi masyarakat melakukan aktivitas penambangan. Wilayah Aparpusan berada di luar tambang aktif yang dikelola PT DNS saat ini. Sehingga, aman bagi masyarakat untuk menambang.

Namun kata Kapolres, saat ini masyarakat masuk ke areal tambang aktif PT DNS dan mengambil batu galian sisa atau sampah (wish) yang saat ini tumpuk pihak perusahaan.

Baca Juga :   Wali Murid di Muratara Bakal Kena Beban Biaya UNBK

“Memang sisa batu galian mineral itu belum dimanfaatkan perusahaan. Karena, belum masuk untuk pengolahan. Namun, sisa batu mineral itu memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada pemerintah daerah bersama perusahaan dan masyarakat mencari formulasi permasalahan yang ada. Semuanya untuk kebaikan dan kemajuan bersama. Sehingga, masyarakat jangan menjadi korban dan pihak perusahaan tidak dipersalahkan.

Sementara RK (41) salah satu penambang liar mengaku tidak memikirkan resiko yang penting bisa mencari rizki untuk anak dan istrinya. Sebab pekerjaan sebelumnya menyadap karet tapi sekarang harganya sangat rendah dan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Yo kami hanya mencari rizki. Jika memang tidak diperbolehkan lagi kami akan melakukan penutupan. Dan kami berharap segera mendapatkan pekerjaan,terutama di perusahaan PT DNS itu,” ungkapnya singkat.

Pantauan di lapangan. Kapolres Mura, AKBP Pambudi SIK didampingi Wakapolres, Kompol Benny, Kabag Ops Kompol Suhardiman, Kasat Reskrim, AKP Wahyu, Kasat Intel AKP Hendri dan Kapolsek Karang Jaya, AKP Hermawansyah melakukan peninjauan langsung ke lokasi tambang emas dan mineral PT DNS.

Rombongan melihat lokasi tambang tertutup dan terbuka PT DNS didampingi Manager Security PT DNS, Hanif, Manager Humas, Yosef dan lainnya. Mereka juga meninjau Blok Siamang yang ditutup sementara karena lokasinya rawan karena masyarakat juga masuk di lokasi tersebut.

Baca Juga :   Ikuti Pelatihan di Cimahi, Linmas Harus Lalui Tes Kesehatan

Selain itu, sejumlah akses jalan tersembunyi yang digunakan masyarakat ke lokasi tambang aktif PT DNS. Hal itu sangat berbahaya karena sudah ada masyarakat yang menjadi korban karena masuk di areal tambang aktif PT DNS. Sehingga, pihak perusahan dipersalahkan. Karena ada masyarakat umum masuk ke lokasi tambang aktif.

Bahkan, Kapolres Mura AKBP Pambudi SIK bertemu masyarakat yang menambang di areal aktif PT DNS dan memberikan imbauan kepada penambang masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di lokasi tambang aktif. Karena, minimnya keselamatan dan berbahaya bagi para penambang masyarakat. (snd)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Owner Produk Olahan di OKUS Terima Dana Pembinaan

Muaradua, KoranSN Pemerintah Daerah OKU Selatan hadir memberikan dorongan semangat, sekaligus dana pembinaan terhadap kreativitas …