Kapolresta Kantongi Identitas Pelaku Pembunuhan di CS Novotel Palembang









Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono. (Foto-Deni/Dok/Koransn)

Palembang, KoranSN

Kapolresta Palembang, Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono, Jumat (22/12/2017) mengungkapkan jika pihaknya kini telah mengantongi kawanan pelaku kasus pembunuhan korban Yogi (30), yang tewas dengan delapan luka tusukan senjata tajam di kawasan diskotik Center Stage (CS) Novotel Palembang.

Menurut Kapolresta, dari hasil penyelidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polresta Palembang, diketahui jika pelaku pembunuh korban lebih dari satu pelaku. Namun Kapolresta belum dapat memberikan identitas para pelaku, lantaran saat ini polisi masih melakukan pengejaran untuk menangkap para pelakunya.

“Kita sudah ketahui identitas para pelakunya, dan saat ini anggota masih melakukan pengejaran,” jelas Kapolresta saat ditemui di Polsek IT I Palembang.

Dikatakan Kapolresta, karena para pelakunya belum ditangkap maka pihaknya belum mengetahui persis motif pengeroyokan, hingga membuat korban tewas bersimbah darah di kawasan diskotik Center Stage Novotel Palembang tersebut.

“Mohon doanya karena anggota masih terus melakukan pengejaran terhadap pelakunya. Apabila sudah tertangkap, barulah pelakunya kita periksa untuk mengetahui apa sebenarnya motif pembunuhan korban,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolresta, dikarenakan tersangkanya belum tertangkap sementara penyidik masih terus melakukan pendalaman penyidikan maka untuk garis polisi di pintu masuk diskotik Center Stage Novotel Palembang sampai kini masih terpasang.

“Pemasangan garis polisi tersebut, sebab kejadiannya kan di dalam Center Stage Novotel Palembang. Dikarenakan penyidik masih mendalami tempat kejadian perkara makanya hingga kini garis polisi di sana belum kita buka,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ditabrak Mobil, Pengemudi Sepeda Dayung Tewas

Diberitakan sebelumnya, Yogi yang tercatat sebagai warga Jalan Sapta Marga Kecamatan Kalidoni Palembang, Minggu (17/12/2017) pukul 04.08 WIB tewas usai dikeroyok oleh kawanan pelaku di kawasan Center Stage Novotel Palembang.

Kapolsek IT II Palembang, Kompol Hadiwijaya telah mengatakan, kejadian yang menimpa korban Yogi bermula saat korban yang merupakan pengunjung Diskotik Center Stage Novotel Palembang berjalan ke luar diskotik. Diduga terjadi selisih paham antara korban dan pelaku hingga korban dikeroyok di parkiran Center Stage Novotel. Namun dikarenakan jumlah pelaku banyak hingga korban berlari dan masuk kembali ke dalam Center Stage.

“Korban dan pelaku ini sama-sama pengunjung Diskotik Center Stage. Ketika korban berlari masuk ke dalam diskotik, ternyata dikejar oleh para pelaku. Saat di dalam, korban kembali dikeroyok hingga akhirnya korban meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, di tubuh korban ditemukan delapan luka tusukan senjata tajam,” ungkapnya.

Tampak garis polisi terpasang di pintu masuk Diskotik Center Stage (CS) Novotel Palembang beberapa waktu lalu. (Foto-Dedy/Dok/Koransn)

Masih dikatakan Kapolsek, bahkan usai kejadian pihaknya telah memasang garis polisi di Diskotik Center Stage Novotel Palembang, karena di sekitaran lokasi merupakan TKP (Tempat Kejadian Perkara) pembunuhan korban Yogi.

Baca Juga :   Empat Terdakwa Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Palembang Terancam 4 Tahun Penjara

“Pemasangan garis polisi dilakukan karena dalam kasus pengeroyokan hingga membuat korban meninggal dunia tersebut ada dua TKP. Dimana TKP awal yakni di parkiran luar dan TKP kedua yakni, di dalam Diskotik Center Stage Novotel Palembang. Bahkan untuk mengungkap kasus ini, kami juga telah memeriksa 10 saksi untuk menangkap para pelaku yang kita duga berjumlah enam orang,” ungkap Kapolsek.

Sementara Koordinator Manager Diskotik Center Stage Novotel Palembang, Ronald saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pengeroyokan korban hingga membuat korban meninggal dunia. Namun dirinya belum dapat memastikan, apakah korban dan pelaku merupakan pengunjung di Diskotik Center Stage Novotel Palembang.

“Mereka itukan awalnya ribut di parkiran luar kemudian korban lari ke dalam. Jadi kami belum dapat pastikan, apakah korban dan pelaku ini semuanya pengunjung di sini. Apalagi saat korban berlari masuk ke dalam Center Stage itu terjadi sekitar pukul 04.08 WIB. Dimana saat itu kami sudah tutup dan petugas kami sedang melakukan bersih-bersih,” ungkap.

Dilanjutkan Ronald, sedangkan terkait dipasangnya garis polisi di lokasi maka Diskotik Center Stage Novotel tidak dapat beraktivitas seperti biasanya.

“Kami sangat menyayangkan adanya kejadian ini. Sebab, kami tidak dapat beraktivitas seperti biasanya. Apalagi menurut polisi untuk batas waktu garis polisi yang terpasang tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Mudah-mudahan kasus ini cepat terungkap, hingga kami dapat kembali beroprasional seperti biasanya,” harapnya. (ded)











Publisher : Apriandi

Lihat Juga

Kakorlantas: Keluar ke Jalur Arteri Jika Tempat Istirahat Tol Penuh

Semarang, KoranSN Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengimbau pemudik yang akan kembali ke wilayah …

error: Content is protected !!