Kasus Bocah SD Tewas Akibat Imunisasi Berbuntut ke Ranah Hukum

Ilustrasi. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Menganggap kasus anaknya bernama Jumiarti (9), yang diduga tewas akibat vaksin imunisasi di sekolahnya sampai saat ini diduga belum atau tidak ada kejelasan, membuat Jumianto ayah almarhum bocah SD ini memperkarakan kasus tewas anaknya itu dengan pelaporkan pihak-pihak terlibat ke polisi.

Jumianto didampingi pengacaranya, kemarin mendatangi SPK Terpadu Polresta Palembang untuk melaporkan pihak Puskesmas 7 Ulu yang diduga terlibat dalam masalah ini.

“Sebelumnya kami dan keluarga menunggu itikad baik dari Dinas Kesehatan dan pihak Puskesmas untuk setidaknya menunjukan rasa simpatik atas tewasnya anak kami ini. Namun sudah 40 hari anak saya meninggal dunia, ternyata pihak Dinkes kota dan Puskesmas belum ada kabar penyebab kematian putri kami ini,” terangnya saat membuat laporan ke polisi.

Menurutnya, sebelumnya memang ada pegawai Puskesmas 7 Ulu dan Dinkes kota datang, Namun waktu itu mereka hanya memberikan santunan bukannya ada penjelasan tentang kematian putrinya.

“Waktu itu katanya masih menunggu hasil investigasi dari Dinkes Sumsel, dan sampai sekarang tidak ada kabar dan kejelasan,” ujarnya.

Sementara itu, Ardi Muntahir. SH, kuasa hukum dari Jumianto mengungkapkan, pihaknya masih menunggu itikad baik dari dua instansi tersebut.

”Hingga kini tidak ada itikad baik, makanya kami melaporkannya polisi agar bisa jelas tentang kasus ini,” ungkapnya.

Baca Juga :   KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Suap RAPBD Jambi

Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara membenarkan, adanya laporan tersebut. Kini pihaknya masih melakukan penindaklanjutan terhadap laporan itu.

“Laporan sudah diteri dan segera akan ditindaklanjuti,” tutupnya. (den)



Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Dalami Aliran Uang Suap Gubernur Maluku Utara

Jakarta, KoranSN Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini sedang mendalami aliran uang suap yang diterima …

error: Content is protected !!