Kasus Dugaan Penipuan Jemaah Umroh Lahat Diarahkan ke Bareskrim Polri



Ilustrasi. (foto-dok/koransn.com)

Lahat, KoranSN

Penanganan dugaan kasus penipuan oleh Majelis Taklim Al- Lail yang menyebabkan batalnya keberangkatan ratusan calon jemaah umroh dari Lahat saat ini telah diarahkan ke Bareskrim Polri. Demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Lahat, AKP Ginanjar SIK, Rabu (7/2/2018).

Menurut Kasat Reskrim, diarahkanya kasus ini ke Bareskrim Polri karena di sana ada Crisis Centre Bareskrim Polri yang menangani dugaan kasus penipuan jamaah umroh. Selain itu diarahkannya penyelidikan dugaan kasus ini karena pihak terlapor (CA) selaku pengelola Majelis Taklim Al-Lail juga merupakan korban dari pihak First Travel yang diketahui sebagai penyedia jasa keberangkatan jemaah umroh.

“Pihak terlapor termasuk korban dari 178 calon jemaah umroh yang gagal berangkat ke tanah suci, sehingga tidak bisa masuk ke tahap penyidikan, saat ini sudah kita arahkan ke Bareskrim Polri,” katanya.

Masih kata Ginanjar, pihak Majelis Taklim Al- Lail sudah mengajukan permohonan refund (pengembalian dana) kepada pihak First Travel selaku biro yang akan memberangkatkan calon jemaah umroh dari Kabupaten Lahat.

Baca Juga :   KPK Buka Kemungkinan Bakal Jerat Pihak Lain Terkait Kasus Suap Pajak

“Pihak First Travel akan memenuhi permintaan dari Majelis Taklim Al-Lail untuk pengembalian dana dari 178 calon jemaah umroh. Hanya saja mereka belum bisa memastikam kapan dana akan di kembalikan kepada semua calon jemaah umroh di Lahat,” jelas Ginanjar.

“Kita liat saja perkembanganya, sampai saat ini tidak ada gejolak atau tuntutan dari para korban yang dirugikan,” tutup Ginanjar.

Diberitakan sebelumnya, penyidik Sat Reskrim Polres Lahat, Senin 20 November 2017 telah memeriksa terlapor ‘CA’ . Pemeriksaan tersebut terkait penyelidikan dugaan kasus penipuan yang mengorbankan 178 calon jamaah umrah yang diduga tidak diberangkatkan oleh pengelola Majelis Taklim Al-Lail berinisial ‘CA’. Bahkan dalam pemeriksaan tersebut, penyidik mencecar 25 pertanyaan kepada ‘CA’ selama 4 jam.

Baca Juga :   Pembobol Rumah Kosong di PALI Dibekuk

Kapolres Lahat AKBP, Roby Karya Adi SIK melalui Kasat Reskrim Polres Lahat AKP Ginanjar SIK membenarkan, pihaknya telah memeriksa ‘CA’ sebagai saksi.

“ ‘CA’, suami Dirut Rumah Sakit Umum Daerah Lahat kami periksa selama empat jam, salah satunya masalah perizinan, sebab untuk Majelis Taklim Al-Lail sendiri, tidak mempuyai izin resmi dari pihak terkait,” ujarn saat itu.

Masih kata Ginanjar, berdasarkan keterangan ‘CA’ jika Majelis Taklim Al-Lail tersebut hanya sebagai perkumpulan saja dan tidak ada izin resmi sebagai mana halnya usaha biro jasa tour and travel, yang seperti masyarakat ketahui, mereka hanya memakai sistem mengajak dan hanya dengan asas kepercayaan saja.

“Pemanggilan itu, terkait laporan yang sudah diterima atas kasus batalnya keberangkatan 178 orang calon Calon Jamaah Umrah (CJU), sehingga mengakibatkan kerugian masing-masing CJU tersebut mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya. (rob)







Publisher : Awid Durrohman

Lihat Juga

KPK Tetapkan 21 Tersangka Korupsi Dana Hibah Pokmas Jawa Timur

Jakarta, KoranSN Tim Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 21 tersangka dalam pengembangan penyidikan dugaan …

    error: Content is protected !!